akupunktur, hipertensi
Peneliti UCI telah menemukan bahwa elektroakupunktur, bentuk akupunktur yang menggunakan stimulasi listrik intensitas rendah, dapat mengurangi tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi hingga enam minggu.(Credit: Chris Nugent / UCI)

Bhataramedia.com –┬áPeneliti dari Susan Samueli Center for Integrative Medicine telah menemukan bahwa penderita hipertensi yang diobati dengan akupunktur mengalami penurunan pada tekanan darah mereka yang berlangsung hingga satu bulan setengah.

Penelitian mereka adalah yang pertama kali secara ilmiah mengkonfirmasi bahwa praktek Cina kuno ini sangat bermanfaat untuk mengobati hipertensi ringan sampai sedang. Selain itu, menunjukkan bahwa penggunaan akupunktur secara rutin dapat membantu orang mengendalikan tekanan darah mereka dan mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung.

“Studi klinis ini adalah puncak dari penelitian selama lebih dari satu dekade pada bidang ini,” kata Dr. John Longhurst, kardiologis University of California, Irvine dan mantan direktur Samueli Center. “Dengan menggunakan kekuatan ilmiah Barat untuk memvalidasi terapi Timur kuno, kami merasa telah mengintegrasi pengobatan Cina dan Barat, serta memberikan pedoman bermanfaat untuk mengobati penyakit yang mempengaruhi jutaan orang di AS.”

Longhurst dan rekan UCI nya, Dr. Peng Li dan Stephanie Tjen-A-Looi melakukan tes pada 65 pasien hipertensi yang tidak menerima obat hipertensi. Dipisahkan secara acak menjadi dua kelompok, subyek diobati dengan elektroacupunkture, bentuk praktek yang menggunakan stimulasi listrik intensitas rendah di titik akupuntur yang berbeda pada tubuh.

Pada satu kelompok yang menerima elektroakupunktur di kedua sisi pergelangan tangan bagian dalam dan sedikit di bawah masing-masing lutut, para peneliti menemukan penurunan nyata pada tingkat tekanan darah di 70 persen dari peserta. Rata-rata 6 sampai 8 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan 4 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Perbaikan ini berlangsung selama satu bulan setengah.

Pada kelompok tersebut, tim peneliti juga mengidentifikasi penurunan yang signifikan pada tingkat konsentrasi norepinefrin dalam darah (41 persen); norepinefrin menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah dan kadar glukosa, serta penurunan renin (67 persen); enzim yang diproduksi dalam ginjal yang membantu mengontrol tekanan darah. Selain itu, elektroakupunkture menurunkan aldosteron (22 persen); hormon yang mengatur elektrolit.

Tidak ada perubahan tekanan darah akibat ditemukan pada kelompok lainnya yang menerima elektroakupunktur pada titik akupunktur lainnya di sepanjang lengan dan kaki bagian bawah.

Meskipun penurunan tekanan darah pada kelompok pertama relatif kecil (sebagian besar di kisaran 4-13 mmHg), para peneliti mencatat bahwa hal ini secara klinis bermakna dan bahwa teknik ini dapat sangat berguna untuk mengobati hipertensi sistolik pada pasien dengan usia lebih dari 60 tahun.

“Oleh karena elektroakupunkture menurunkan puncak dan rata-rata tekanan darah sistolik selama 24 jam, terapi ini dapat menurunkan risiko stroke, penyakit arteri perifer, gagal jantung dan infarksi miokardial pada pasien hipertensi,” kata Longhurst, seperti dilansir University of California – Irvine (19/08/2015).

Referensi Jurnal :

Peng Li, Stephanie C. Tjen-A-Looi, Ling Cheng, Dongmei Liu, Jeannette Painovich, Sivarama Vinjamury, John C. Longhurst. Long-Lasting Reduction of Blood Pressure by Electroacupuncture in Patients with Hypertension: Randomized Controlled Trial. Medical Acupuncture, 2015; 27 (4): 253 DOI: 10.1089/acu.2015.1106.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here