tidur
Tidur. (Photo: rachel CALAMUSA, Flickr, CC BY-SA 2.0)

Bhataramedia.com – Tidur tidak hanya melindungi memori, tetapi juga membuat memori lebih mudah untuk di akses. Temuan ini berdasarkan penelitian baru dari University of Exeter Basque Centre for Cognition, Brain and Language. Temuan menunjukkan bahwa setelah tidur kita lebih cenderung untuk mengingat fakta-fakta yang tidak dapat kita ingat saat masih terjaga.

Pada dua situasi di mana subyek melupakan informasi selama 12 jam terjaga, tidur malam dapat mendorong akses ke jejak memori yang awalnya terlalu lemah untuk diambil.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Cortex tersebut, melacak memori untuk kata baru yang dipelajari, baik sebelum tidur malam, atau selam periode terjaga. Subjek diminta untuk mengingat kata-kata, dan kemudian setelah periode tidur atau terjaga.

Perbedaan utama adalah antara kenangan kata yang dapat diingat peserta pada saat tes langsung dan tes ulangan setelah 12 jam. Mereka tidak mengingatnya pada saat tes langsung, tetapi akhirnya dapat mengingat kembali pada saat tes ulangan.

Peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan terjaga di siang hari, tidur membantu penyelamatan kenangan melebihi pencegahan kehilangan memori.

Dilansir University Of Exeter (26/07/2015), Nicolas Dumay dari University of Exeter menjelaskan: “Tidur hampir meningkatkan dua kali lipat kemungkinan bagi kita untuk mengingat materi yang sebelumnya tidak dapat diingat. Dorongan pasca tidur terhadap aksesibilitas memori, kemungkinan menunjukkan bahwa beberapa memori dipertajam pada saat tidur. Hal ini mendukung gagasan bahwa saat tidur, kita secara aktif melatih informasi yang ditandai sebagai sesuatu yang penting. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui makna fungsional proses ini, serta dan apakah proses ini memungkinkan memori dapat diakses dalam jangkauan yang lebih luas dari konteks, sehingga membuatnya lebih berguna.”

Dampak menguntungkan dari tidur terhadap memori telah diketahui dengan baik, dan tidur dikenal membantu kita untuk mengingat hal-hal yang kita lakukan, atau dengar, pada hari sebelumnya. Namun, hal ini masih belum sepenuhnya dieksplorasi.

Dr. Dumay percaya dorongan memori berasal dari hippocampus (struktur dalam dari lobus temporal), yang membuka kode-kode dari episode terbaru dan memainkan kembali kode-kode ini pada daerah otak yang awalnya terlibat untuk menangkap berbagai peristiwa. Hal ini akan menyebabkan subjek untuk secara efektif kembali mengalami peristiwa besar pada hari yang mereka lalui.

Nicolas Dumay adalah seorang psikolog eksperimental di University of Exeter dan staf peneliti  kehormatan di Basque Centre for Cognition, Brain and Language (BCBL), Spanyol.

Penelitian ini diterbitkan di jurnal Cortex.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here