diet mediterania
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika Serikat. Bukti menunjukkan bahwa peningkatan kadar trigliserida dalam darah setelah makan, yang dikenal sebagai postprandial lipemia (PPL), dikaitkan dengan peningkatan risiko pengerasan arteri (faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular).

Sejumlah penelitian telah mengaitkan gaya hidup Mediterania (ditandai dengan asupan tinggi lemak tak jenuh tunggal, serat, kacang-kacangan, susu dan ikan; asupan alkohol moderat; dan peningkatan jumlah  kualitas tidur yang baik], dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Saat ini, naskah ilmiah baru yang diterbitkan di American Journal of Physiology-Endocrinology and Metabolism, telah mengeksplorasi pengaruh gaya hidup Mediterania secara keseluruhan, khususnya pada PPL.

Melalui tinjauan ekstensif dari penelitian yang ada pada gaya hidup Mediterania, penulis menemukan bahwa banyak komponen pada diet ini yang berkontribusi memberikan efek positif pada kesehatan jantung.

“Tampaknya sebagian besar komponen dari gaya hidup Mediterania dapat mengurangi PPL, dengan pengecualian pada minuman anggur. Meskipun minyak zaitun merupakan komponen utama dari gaya hidup ini, hasil awal studi pada beberapa komponen lainnya, seperti ikan , kacang-kacangan, rempah-rempah dan aktivitas fisik, sangat menjanjikan,” tulis para peneliti.

“Penelitian lainnya diperlukan untuk menyelidiki apakah pengaruh dari gaya hidup Mediterania dan komponen pada PPL memediasi peran pelindung keseluruhan dari gaya hidup ini,” tulis mereka, seperti dilansir American Physiological Society (22/07/2015).

Referensi Jurnal :

Maria Maraki, Labros S. Sidossis. Update on lifestyle determinants of postprandial triacylglycerolemia with emphasis on the Mediterranean lifestyle. American Journal of Physiology – Endocrinology And Metabolism, 2015; ajpendo.00245.2015 DOI: 10.1152/ajpendo.00245.2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here