Beranda Education Waktu yang Dihabiskan di Situs Jejaring Sosial Terkait Masalah Kesehatan Mental Remaja

Waktu yang Dihabiskan di Situs Jejaring Sosial Terkait Masalah Kesehatan Mental Remaja

1456
stres, depresi
Ilustrasi.
stres, depresi
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Studi baru menunjukkan bahwa remaja yang menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram selama lebih dari 2 jam setiap hari lebih mungkin untuk memiliki kesehatan mental yang buruk, tekanan psikologis yang tinggi, pikiran untuk bunuh diri dan kebutuhan yang belum terpenuhi untuk dukungan kesehatan mental.

Temuan ini mengirim pesan penting kepada orang tua dan menyarankan kesempatan untuk meningkatkan penawaran layanan dukungan kesehatan mental, seperti yang dijelaskan di dalam naskah ilmiah yang diterbitkan di Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, jurnal peer-review dari penerbit Mary Ann Liebert, Inc. Artikel ini tersedia gratis di Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking  hingga 22 Agustus 2015.

Hugues Sampasa-Kanyinga, M.D. dan Rosamund Lewis, M.D., dari Ottawa Public Health (Ottawa, Kanada) menganalisis data siswa di kelas 7-12 dari Ontario Student Drug Use and Health Survey. Sekitar 25% dari siswa dilaporkan menggunakan situs jejaring sosial untuk lebih dari 2 jam setiap hari.

Pada penelitian ini, penulis membandingkan waktu yang dihabiskan menggunakan situs jejaring sosial pada remaja yang dilaporkan sendiri, mengenai kesejahteraan psikologis dan kebutuhan yang tidak terpenuhi untuk dukungan kesehatan mental .

“Di sinilah kita melihat situs jejaring sosial, yang mungkin menjadi masalah bagi sebagian orang, juga menjadi solusi,” kata Editor-in-Chief, Brenda K. Wiederhold, Ph.D., MBA, BCB, BCN, Interactive Media Institute, San Diego, California.

“Oleh karena remaja banyak menggunakan jejaring sosial, itu adalah tempat yang sempurna bagi penyedia layanan kesehatan masyarakat untuk menjangkau dan berhubungan dengan populasi yang rentan, serta menyediakan sistem promosi kesehatan dan dukungan,” kata Brenda, seperti dilansir Mary Ann Liebert, Inc./Genetic Engineering (22/07/2015).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here