wanita duduk, laptop
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Menurut studi terbaru, menghabiskan lebih banyak waktu luang untuk duduk, dikaitkan dengan risiko kanker total yang lebih tinggi pada wanita, khususnya pada multiple myeloma, kanker payudara dan kanker ovarium. Risiko tinggi hadir bahkan setelah memperhitungkan body mass index (BMI), aktivitas fisik dan faktor lainnya.

Studi yang diterbitkan di Cancer Epidemiology, Biomarkers, and Prevention tersebut, tidak menemukan hubungan antara waktu duduk dan risiko kanker pada pria.

Sementara penelitian yang ekstensif telah menghubungkan aktivitas fisik untuk pencegahan kanker, beberapa studi telah meneliti hubungan antara waktu duduk dan risiko kanker tertentu. Selama beberapa dekade terakhir, waktu yang dihabiskan untuk duduk telah meningkat karena beberapa faktor, termasuk kemajuan teknologi, seperti komputer dan video game, serta perubahan transportasi.

Pada studi ini, para peneliti yang dipimpin oleh Alpa Patel, Ph.D., membandingkan waktu luang untuk duduk dengan risiko kanker di antara lebih dari 146.000 pria dan wanita (69.260 pria dan 77.462 wanita) yang bebas kanker dan terdaftar di American Cancer Society Cancer Prevention Study II Nutrition Cohort. Antara tahun 1992 dan 2009, 18.555 pria dan 12.236 wanita didiagnosis dengan kanker.

Mereka menemukan bahwa waktu yang dihabiskan untuk duduk, dikaitkan dengan risiko kanker 10 persen lebih tinggi pada wanita, setelah penyesuaian untuk aktivitas fisik, BMI dan faktor lainnya. Asosiasi ini tidak jelas pada pria.

Pada wanita, waktu duduk dikaitkan dengan risiko multiple myeloma (RR = 1,65, 95% CI 1,07-2,54), kanker payudara invasif (RR = 1,10, 95% CI 1,00-1,21) dan kanker ovarium (RR = 1,43, 95 % CI 1,10-1,87). Sekali lagi, di kalangan pria tidak ada hubungan antara waktu duduk dan kanker spesifik yang ditemukan.

Dilansir American Cancer Society (13/07/2015), para penulis menyimpulkan : “Waktu luang yang dihabiskan untuk duduk dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari risiko kanker total pada wanita, khususnya multiple myeloma, kanker payudara dan ovarium. Namun, waktu duduk tidak dikaitkan dengan risiko kanker pada pria. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami perbedaan hubungan antara pria dan wanita.”

Pedoman untuk pencegahan kanker dari American Cancer Society, merekomendasikan untuk mengurangi waktu duduk bila memungkinkan. Para penulis mengatakan bahwa mengingat tingginya waktu yang dihabiskan untuk duduk di AS, bahkan hubungan positif yang sederhana dengan kanker, dapat memiliki implikasi kesehatan masyarakat yang  luas. Namun, mereka menambahkan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami perbedaan hubungan antara pria dan wanita.

Referensi Jurnal :

A. V. Patel, J. S. Hildebrand, P. T. Campbell, L. R. Teras, L. L. Craft, M. L. McCullough, S. M. Gapstur. Leisure-time spent sitting and site-specific cancer incidence in a large US cohort. Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention, 2015; DOI: 10.1158/1055-9965.EPI-15-0237.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here