burung laut
Penelitian dari UBC menunjukkan bahwa populasi burung laut di dunia telah turun sebesar 70 persen sejak tahun 1950-an. Suatu indikasi yang jelas bahwa ekosistem laut tidak sedang dalam kondisi yang baik.(Credit: Daniel Donnecke)

Bhataramedia.com – Penelitian dari UBC menunjukkan bahwa populasi burung laut di dunia telah turun sebesar 70 persen sejak tahun 1950-an. Suatu indikasi yang jelas bahwa ekosistem laut tidak sedang dalam kondisi yang baik.

Michelle Paleczny, mahasiswa master dari UBC dan peneliti di proyek Sea Around Us, serta rekan penulis penelitian, menyusun informasi pada lebih dari 500 populasi burung laut dari seluruh dunia, yang mewakili 19 persen dari populasi burung laut global. Mereka menemukan populasi secara keseluruhan telah menurun sebesar 69,6 persen, setara dengan kehilangan sekitar 230 juta burung pada waktu 60 tahun.

“Burung laut merupakan indikator yang baik dari kesehatan ekosistem laut,” kata Paleczny. “Ketika kita melihat penurunan populasi burung laut sebesar ini, kita dapat melihat ada sesuatu yang salah dengan ekosistem laut. Ini memberi kita gambaran mengenai dampak keseluruhan yang kita alami,” lanjut dia, seperti dilansir University of British Columbia (09/07/2015).

Penurunan dramatis ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penangkapan ikan yang berlebihan (yang merupakan makanan bagi burung laut), burung terjerat pada peralatan pancing, plastik, pencemaran minyak, pengenalan predator non-pribumi untuk koloni burung laut, perusakan dan perubahan habitat burung laut, serta perubahan lingkungan dan ekologi yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Burung laut cenderung melakukan perjalanan di lautan dunia untuk mencari makanan dan kembali ke koloni yang sama untuk berkembang biak. Jumlah populasi koloni memberikan informasi kepada para ilmuwan mengenai kesehatan ekosistem lautan tempat burung laut berkembang biak.

Albatross, burung laut ikonik yang hidup selama beberapa dekade, adalah bagian dari studi dan menunjukkan penurunan populasi yang substansial. Paleczny mengatakan burung ini hidup begitu lama dan melakukan perjalanan yang sangat jauh, sehingga menghadapi banyak bahaya pada perjalanan mereka. Sebuah ancaman besar bagi albatros adalah tejebak rawai peralatan pancing dan tenggelam, masalah yang membunuh ratusan ribu burung laut setiap tahun.

“Pekerjaan kami menunjukkan kebutuhan yang kuat untuk usaha peningkatan konservasi burung laut secara internasional,” kata Paleczny. “Hilangnya burung laut dapat menyebabkan berbagai dampak pada ekosistem pesisir dan laut.”

Burung laut memainkan peran penting pada ekosistem tersebut. Mereka makan dan dimakan oleh berbagai spesies laut lainnya. Mereka juga mengangkut nutrisi pada perjalanan pulang ke ekosistem pesisir di mana mereka berkembang biak, sehingga membantu menyuburkan seluruh jaring makanan.

Penelitian yang diterbitkan di PLoS ONE tersebut, adalah yang pertama kali memperkirakan perubahan keseluruhan pada data populasi burung laut global yang tersedia. Ini adalah kolaborasi di antara peneliti UBC, Paleczny, Vasiliki Karpouzi, serta Daniel Pauly dan Edd Hammill, dosen di University of Technology, Sydney di Australia.

Referensi Jurnal :

Michelle Paleczny, Edd Hammill, Vasiliki Karpouzi, Daniel Pauly. Population Trend of the World’s Monitored Seabirds, 1950-2010. PLOS ONE, 2015; 10 (6): e0129342 DOI: 10.1371/journal.pone.0129342.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here