Ningaloo reef, Australia Barat
Ningaloo Reef, Australia Barat.(Credit: CSIRO)

Bhataramedia.com –┬áPara peneliti telah mengembangkan cara untuk membantu ekosistem bangkit kembali, setelah gangguan oleh manusia, seperti kegiatan perkapalan, eksplorasi minyak atau memancing, serta telah menerapkannya untuk spesies ikan terumbu karang.

Metode ini membantu manajer konservasi membuat rencana biaya yang efektif untuk membawa spesies kembali dari ambang kepunahan di daerah setempat, dengan membangun hubungan dengan spesies yang sama di lokasi terdekat.

“Pekerjaan ini untuk pertama kalinya menunjukkan bagaimana cara mempromosikan pemulihan spesies yang lebih cepat menyusul kerusakan yang terjadi,” kata Profesor Quentin Grafton dari Crawford School of Public Policy di Australian National University (ANU).

Biaya untuk memulihkan kerusakan lingkungan sangat besar. Metode baru yang dikembangkan bersama oleh ANU dan CSIRO tersebut, memiliki potensi untuk mengukur biaya dan membantu sumber daya langsung untuk hasil yang terbaik bagi lingkungan.

“Kami menunjukkan bagaimana menghitung biaya untuk mengimbangi kerusakan lingkungan, yang akan membantu manajer lingkungan membuat keputusan hemat biaya dalam kendala keuangan mereka,” kata Dr. Richard Little dari CSIRO Oceans and Atmosphere.

Metode ini menggunakan sifat ekologi yang disebut ketahanan, yang didasarkan pada hubungan antara populasi yang terpisah dari spesies yang sama.

Dengan mengoptimalkan hubungan antara populasi yang berbeda, teknik ini akan memungkinkan staf konservasi untuk melakukan cara pemulihan terbaik, jika suatu insiden menghilangkan suatu spesies pada satu area.

“Anda dapat mengimbangi kerugian permanen pada satu fungsi ekologis melalui investasi dari tempat lain,” kata Profesor Grafton.

Pendekatan tersebut secara khusus diterapkan untuk simulasi bencana di antara spangled emperor, ikan terumbu karang pada Ningaloo Reef di Australia Barat.

“Kekuatan dari metode tersebut berasal dari prinsip-prinsip sederhana yang dapat diterapkan untuk ekosistem yang kompleks,” kata Dr. Little, seperti dilansir Australian National University (08/07/2015).

Penelitian ini diterbitkan di Royal Society Open Science.

Referensi Jurnal :

L. R. Little, R. Q. Grafton. Environmental offsets, resilience and cost-effective conservation. Royal Society Open Science, 2015 DOI: 10.1098/rsos.140521.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here