jantung, penyakit kardiovaskular
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Tetap aktif, tidak pernah merokok dan mengendalikan diabetes dan kolesterol dapat mencegah pengerasan arteri, tetapi pengobatan aterosklerosis yang efektif juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan enzim yang sudah dibangun untuk pembuluh darah.
Aterosklerosis adalah penyebab serangan jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah perifer yang paling umum. Bersama-sama – kondisi ini disebut penyakit kardiovaskular, pembunuh nomor 1 di Amerika.

Studi baru ini diterbitkan secara online sebelum cetak dalam Journal of Clinical Investigation edisi Agustus. Para ilmuwan di University of Michigan Health System menggunakan tikus untuk menunjukkan bahwa enzim yang terikat pada membran manusia, yang disebut CD39, dapat menghapus penumpukan berbahaya adenosin triphosphate (ATP) pada aliran darah, sehingga secara signifikan mengurangi aterosklerosis pada tikus.

Enzim tersebut telah dikenal karena kemampuannya untuk mengontrol pembekuan darah dan mengurangi peradangan, tetapi studi yang dipimpin oleh Yogen Kanthi, M.D., dan David Pinsky, M.D., adalah yang pertama mengungkapkan peran utama CD39 dalam mengurangi aterosklerosis.

“Gaya hidup yang lebih baik dan perbaikan perawatan telah memperlambat tingkat kematian akibat aterosklerosis, tetapi jika CD39 terbukti menjadi faktor penting pada manusia, seperti pada tikus, itu akan menjadi langkah maju yang besar untuk memahami penyakit jantung,” kata penulis senior studi, David Pinsky, M.D., ahli jantung dan direktur dari University of Michigan Frankel Cardiovascular Center.

Aterosklerosis adalah proses progresif yang menempatkan aliran darah menjadi berisiko. Proses ini dimulai dengan kerusakan, yang disebabkan oleh kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi atau merokok, pada lapisan tipis sel yang melapisi pembuluh darah.

Kerusakan tersebut dapat menyebabkan akumulasi kolesterol, sel-sel dan kotoran yang disebut plak. Plak tidak hanya menempatkan jantung pada risiko, tetapi juga meningkatkan risiko stroke, penyakit arteri perifer dan masalah kesehatan lainnya.

Menurut penelitian, manfaat dari CD39 adalah pada kemampuannya untuk mengontrol pembentukan plak.

“Kami menemukan bahwa ketika kita mengurangi ekspresi CD39, ukuran plak aterosklerosis menjadi dua kali lipat,” kata penulis utama studi, Yogen Kanthi, M.D., ahli jantung dan spesialis kedokteran vaskular di UM Frankel Cardiovascular Center.

Tim peneliti dari UM dan Emory University membuat penemuan bahwa CD39, yang melapisi pembuluh darah, diatur oleh pola aliran darah pada tikus dan sel manusia. Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum perawatan potensial menjadi tersedia.

“Plak diduga terjadi pada titik cabang di arteri, di mana aliran darah mengalami turbulensi dan menjadi tidak lancar,” kata Kanthi.

“Daerah-daerah ini adalah daerah dengan jumlah CD39 paling sedikit. Penelitian ini mengungkapkan peran kunci CD39 untuk mencegah aterosklerosis dan membuka jalan baru untuk kemungkinan pengobatan yang ditargetkan pada penyakit arteri koroner dan perifer,” imbuh Kanthi, seperti dilansir University of Michigan Health System (01/07/2015).

Referensi Jurnal :

Yogendra Kanthi, Matthew C. Hyman, Hui Liao, Amy E. Baek, Scott H. Visovatti, Nadia R. Sutton, Sascha N. Goonewardena, Mithun K. Neral, Hanjoong Jo, David J. Pinsky. Flow-dependent expression of ectonucleotide tri(di)phosphohydrolase-1 and suppression of atherosclerosis. Journal of Clinical Investigation, 2015; DOI: 10.1172/JCI79514.

1 COMMENT

  1. Pemahaman hingga saat ini mengenai aterogenesis , lintasan pembentukan aterosklerosis, adalah sebuah proses peradangan yang terjadi pada dinding pembuluh darah , yang terjadi dengan beberapa fase dan tahap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here