semut, Prionopelta subtilis
Ini adalah salah satu spesies yang baru dijelaskan, Prionopelta subtilis.(Credit: California Academy of Sciences; CC-BY 4.0)

Bhataramedia.com – Para peneliti dari California Academy of Sciences (Rick Overson dan Brian Fisher) telah menjelaskan enam spesies semut baru yang aneh dari genus Prionopelta di Madagaskar dan Seychelles.

Anggota dari genus semut Prionopelta sangat ganas, predator sosial yang memburu mangsanya dengan gigi seperti belati. Semut ini hidup di daerah tropis di dunia, tetapi semut jenis ini biasanya tidak benar-benar diperhatikan karena dua alasan utama.

Dilansir Pensoft Publishers (23/06/2015), pertama, semut tersebut berukuran kecil. Semut paling kecil dari spesies yang baru dijelaskan membuat lalat buah terlihat besar. Dengan panjang 1,5 mm dan lebar 0,2 mm semut ini nyaris tak terlihat, ukurannya bahkan lebih kecil dari diameter beberapa protozoa bersel tunggal.

Kedua, semut tersebut memiliki gaya hidup yang sangat tersembunyi. Tidak seperti banyak semut yang terlihat berbaris, Prionopelta yang tinggal di bawah tanah atau tinggal jauh di dalam sampah daun di lantai hutan hujan, beberapa tidak pernah melihat sekilas sinar matahari di seluruh hidup mereka.

Sesuai dengan kebiasaan gelap dan misterius mereka, Prionopelta adalah bagian dari kelompok yang lebih besar dari semut yang telah dijuluki “semut Drakula” oleh Fisher. Dijuluki seperti ini karena mereka dikenal terlibat dalam perilaku aneh, semut ini melukai semut muda di koloni dan meminum darahnya. Semut ini lebih tepat disebut hemolymph di dunia serangga, karena memiliki sarana yang aneh untuk mendistribusikan nutrisi ke seluruh koloni.

Semua spesies baru Prionopelta yang dideskripsikan merupakan spesies endemik di daerah Malagasi. Enam dari Madagaskar dan satu dari pulau Seychelles. Penelitian ini meningkatkan jumlah total spesies dalam genus dari 15 menjadi 21, dan menyoroti Madagaskar sebagai pusat utama keanekaragaman untuk serangga yang menarik. Sebelumnya, hanya satu spesies yang dikenal dari Madagaskar yang dideskripsikan pada tahun 1924.

Penemuan baru ini merupakan hasil dari sampling intensif selama lebih dari satu dekade oleh Fisher dan anggota dari Madagascar Biodiversity Center. Studi ini dipublikasikan di jurnal akses terbuka ZooKeys.

Referensi Jurnal :

Rick Overson, Brian Fisher. Taxonomic revision of the genus Prionopelta (Hymenoptera, Formicidae) in the Malagasy region. ZooKeys, 2015; 507: 115 DOI: 10.3897/zookeys.507.9303.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here