hidorgel, luka

Ilmuwan telah mengembangkan gel berbasis protein baru yang saat terkena cahaya, dapat meniru banyak sifat-sifat jaringan elastis, seperti kulit dan pembuluh darah.(Credit: Courtesy of Nasim Annabi, Brigham and Women’s Hospital)

Bhataramedia.com – Tim bioengineer di Brigham and Women’s Hospital (BWH), yang dipimpin oleh Ali Khademhosseini, Ph.D. dan Nasim Annabi, PhD, dari Divisi Teknik Biomedis, telah mengembangkan gel berbasis protein baru yang saat terkena cahaya, dapat meniru banyak sifat-sifat jaringan elastis, seperti kulit dan pembuluh darah.

Pada naskah ilmiah yang diterbitkan di Advanced Functional Materials, tim peneliti melaporkan mengenai sifat kunci dari materi baru tersebut dan penggunaannya dalam model praklinis untuk penyembuhan luka.

“Kami sangat tertarik untuk merekayasa material elastis yang kuat dari protein karena begitu banyak jaringan dalam tubuh manusia bersifat elastis. Jika kita ingin menggunakan biomaterial untuk regenerasi jaringan, kita perlu elastisitas dan fleksibilitas,” kata Annabi, rekon penulis senior studi tersebut. “Hidrogel kami sangat fleksibel, terbuat dari polipeptida yang biokompatibel dan dapat diaktifkan dengan menggunakan cahaya.”

“Hidrogel, bahan seperti jelly yang dapat meniru sifat-sifat jaringan manusia, banyak digunakan dalam bidang biomedis. Namun, saat ini, bahan yang tersedia memiliki keterbatasan Beberapa gel sintetis terdegradasi menjadi bahan kimia beracun dari waktu ke waktu, dan beberapa gel alami tidak cukup kuat untuk. menahan aliran darah yang melaluinya,” jelas Khademhosseini, seperti dilansir Brigham and Women’s Hospital (02/07/2015).

Materi baru, yang dikenal sebagai hidrogel “photocrosslinkable elastin-like polypeptide-based” (ELP) tersebut, menawarkan beberapa keuntungan. Hidrogel elastis ini dibentuk dengan menggunakan polipeptida yang diaktifkan oleh cahaya. Ketika terkena cahaya, ikatan yang kuat terbentuk antara molekul gel, memberikan stabilitas mekanik tanpa perlu untuk menambahkan senyawa kimia ke dalamnya.

Tim peneliti melaporkan bahwa hidrogel ELP dapat dicerna seiring waktu oleh enzim dan tampaknya tidak memiliki efek toksik saat diuji dengan sel-sel hidup di laboratorium. Tim juga menemukan bahwa mereka dapat mengontrol kekuatan bahan baru tersebut. Mereka menemukan bahwa hidrogel ELP dapat lebih tahan terhadap peregangan dibandingkan jaringan arteri dalam tubuh.

“Hidrogel kami memiliki banyak aplikasi, teknologi ini dapat digunakan sebagai perancah untuk menumbuhkan sel-sel atau dapat digabungkan dengan sel-sel di cawan petri dan kemudian disuntikkan untuk merangsang pertumbuhan jaringan,” kata Annabi. “Selain itu, bahan ini dapat digunakan sebagai sealant, menempelkannya ke jaringan di lokasi cedera dan menciptakan penghalang pada luka.”

Para peneliti menemukan bahwa ada kemungkinan untuk menggabungkan hidrogel tersebut dengan nanopartikel silika (partikel mikroskopis yang sebelumnya ditemukan untuk menghentikan pendarahan), untuk mengembangkan penghalang yang bahkan lebih kuat untuk mempromosikan penyembuhan luka.

“Ini dapat memungkinkan kita untuk segera menghentikan pendarahan dengan satu pengobatan,” kata Annabi. “Kami melihat potensi besar untuk digunakan di klinik. Metode kami sederhana, bahan yang digunakan biokompatibel dan kami berharap untuk melihatnya memecahkan masalah klinis di masa depan.”

Penelitian lebih lanjut pada model pra-klinis akan dibutuhkan untuk menguji sifat dan keamanan bahan sebelum disetujui untuk digunakan pada manusia.

Referensi Jurnal :

Yi-Nan Zhang, Reginald K. Avery, Queralt Vallmajo-Martin, Alexander Assmann, Andrea Vegh, Adnan Memic, Bradley D. Olsen, Nasim Annabi, Ali Khademhosseini. A Highly Elastic and Rapidly Crosslinkable Elastin-Like Polypeptide-Based Hydrogel for Biomedical Applications. Advanced Functional Materials, 2015; DOI: 10.1002/adfm.201501489.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here