Bhataramedia.com – Para peneliti di RMIT University telah membuat penyimpan data berukuran nano yang ultra cepat, dengan menggunakan teknologi yang meniru otak manusia.

Para peneliti telah berhasil membuat struktur nano baru yang menawarkan platform baru untuk pengembangan perangkat memori nano yang sangat stabil dan dapat diandalkan.

Pekerjaan yang inspiratif ini akan diterbitkan di jurnal Advanced Functional Materials tanggal 11 November mendatang.

Pemimpin proyek Dr. Sharath Sriram, rekan pemimpin Material Fungsional RMIT and Microsystems Research Group, mengatakan bahwa struktur berukuran nano tersebut terbuat dari film yang tipis, bahan oksida fungsional yang 10.000 kali lebih tipis dari rambut manusia.

“Film tipis tersebut secara khusus dirancang untuk memiliki cacat di dalam susunan kimianya untuk menunjukkan efek “memristive”, dimana perilaku elemen memori ini tergantung pada pengalaman di masa lalu,” kata Dr. Sriram.

“Mengingat perkembangan teknologi saat ini, kita membutuhkan material dan desain baru untuk menciptakan perangkat memori generasi berikutnya yang bersifat non-volatile. Struktur yang kami kembangkan dapat digunakan untuk berbagai aplikasi elektronik, dari perangkat memori ultra cepat yang berukuran nano, hingga arsitektur logika komputer yang meniru fleksibilitas dan waktu respon dari jaringan saraf biologis,” jelas Dr. Shiram, seperti dilansir RMIT University (29/9/2014).

“Sementara masih diperlukan investigasi yang lebih mendalam, pekerjaan kami dapat memajukan dan mendorong pencarian teknologi memori generasi berikutnya yang meniru fungsi kompleks sistem saraf manusia. Dengan kata lain, membawa kita satu langkah lebih dekat ke otak bionik.”

Penelitian ini bergantung pada “memristors”, yang disebut-sebut sebagai pengganti transformasional untuk teknologi hard drive saat ini seperti Flash, SSD dan DRAM. Memristors memiliki potensi untuk dibentuk menjadi memori “non-volatile solid-state” dan menawarkan blok bangunan untuk komputasi yang dapat dilatih untuk meniru antarmuka sinaptik di dalam otak manusia.

Penelitian yang didukung oleh hibah dari  Australian Research Council Discovery grant ini, adalah kolaborasi antara anggota Functional Materials and Microsystems Research Group dan Profesor Dmitri Strukov dari University of California, Santa Barbara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here