Beranda Education Tokoh-Tokoh Pencipta Lagu Anak Indonesia

Tokoh-Tokoh Pencipta Lagu Anak Indonesia

36243
musik, lagu, tangga nada
Ilustrasi.
musik, lagu, tangga nada
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Pelangi-pelangi, anak gembala, libur telah tiba, bintang kecil adalah lagu anak yang kian tahun tetap disukai oleh orangtua untuk diperdengarkan kepada anak-anak mereka. Dibalik kepopuleran lagu-lagu anak Indonesia, ada beberapa tokoh yang sangat berjasa. Lagunya yang masih terus didengarkan oleh setiap anak, menjadi warisan bagi setiap generasi muda yang tumbuh. Beberapa tokoh yang kita kenal diantaranya Pak Kasur, Bu Kasur Dan Bu Soed.

Pak Kasur yang mempunyai nama lengkap Soerjono, lahir pada tanggal 26 juli 1912 dan tutup usia di usia 80 tahun. Panggilan pak kasur ini sendiri diambil dari panggilan Ka Soer yang diberikan oleh anak buahnya ketika beliau masih berada pada Gerakan Kepanduan. Suami dari istri Ibu Kasur ini adalah salah satu tokoh pencipta lagu anak yang berkontribusi banyak dalam menciptakan lagu-lagu anak. Beberapa lagu-lagu anak ciptaannya yang kemudian menjadi lagu anak abadi sampai sekarang seperti Balonku, Naik Delman, Dua Mata Saya, dan Topi Saya Bundar.

Selain beliau, istrinya pula memberi kontribusi yang sama besar terhadap lagu-lagu anak di Indonesia. Sandiah (lebih di kenal Ibu Kasur) telah meninggal dunia pada tahun 2002 di jakarta. beliau lahir di Batavia, Hindia Belanda pada tahun 1926 akan tetapi beliau memutuskan tinggal di Indonesia hingga akhirnya bertemu dengan Pak Kasur dalam kepanduan Indonesia. Seperti halnya Pak Kasur, Bu Kasur pun menciptakan beberapa lagu anak yang sampai sekarang masih populer. Salah satu lagu terbaik yang diciptakan Ibu Kasur yaitu makan apa.

Selain dari 2 tokoh di atas, ada pula Bu Soed yang di kenal dari ciptaannya, yaitu Tik-Tik Bunyi Hujan, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Naik Delman, Lihat Kebunku, Kupu-Kupu dan beberapa lagu lainnya. Ada pula Masagus Abdullah Mahmud atau A.T Mahmud dengan ciptaannya Ambilkan Bulan, Anak Gembala, Dan Libur Tlah Tiba.

Jika ada peribahasa gajah mati meninggalkan gading, maka para tokoh pencipta lagu ini meninggalkan karyanya yang masih tetap abadi sampai dengan sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here