alga, fitoplankton
Fitoplankton.(Credit: NOAA MESA Project, via Wikimedia Commons).

Bhataramedia.com – Alga laut kecil yang memainkan peran penting dalam mendukung kehidupan di Bumi, kemungkinan lebih siap untuk menghadapi perubahan iklim di masa depan dari perkiraan sebelumnya.

Para ilmuwan meneliti kemungkinan dampak perubahan kondisi lingkungan di masa depan terhadap fitoplankton laut, tanaman mikroskopis yang membentuk dasar dari semua grup makanan di lautan.

Fitoplankton penting untuk menyerap karbon dioksida dari atmosfer, di sisi lain, organisme ini menghasilkan banyak oksigen yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan di Bumi.

Peneliti menumbuhkan fitoplankton di tingkat karbon dioksida tinggi yang diperkirakan untuk tahun 2100 dan seterusnya. Fitoplankton dibiarkan berkembang melalui 400 generasi, dengan beberapa generasi dipapar berbagai tingkat CO2 dan beberapa disimpan pada tingkat CO2 yang konstan.

Para peneliti menemukan bahwa fitoplankton yang dipapar dengan fluktuasi tingkat CO2, lebih mampu mengatasi perubahan kondisi, dibandingkan dengan fitoplankton yang ditumbuhkan pada tingkat CO2 yang stabil. Temuan ini menunjukkan bahwa populasi alga ini akan lebih beradaptasi dengan kondisi yang bervariasi di masa depan, daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Para ilmuwan menemukan bahwa bagaimanapun, alga yang ditumbuhkan pada kondisi CO2 yang berubah-ubah, berkembang lebih banyak dan lebih kecil daripada yang tumbuh dalam kondisi stabil. Faktor-faktor ini dapat berdampak pada seberapa baik hewan laut dapat makan dari fitoplankton, dan seberapa efisien alga tersebut mampu mengambil karbon dari atmosfer dan tenggelam ke laut dalam.

Plankton di beberapa daerah laut dapat berkembang lebih dari yang lain di bawah perubahan iklim global, karena beberapa daerah laut saat ini lebih bervariasi daripada yang lain.

Penelitian ini diterbitkan di jurnal  International Society for Microbial Ecology dan Proceedings of the Royal Society B, serta didukung oleh Royal Society, European Commission dan Scottish Universities Life Sciences Alliance.

Dilansir University of Edinburgh (30/06/2015), Dr. Sinead Collins, dari University of Edinburgh School of Biological Sciences, pemimpin studi, mengatakan : “Memprediksi bagaimana populasi alga laut akan merespon perubahan kondisi laut merupakan hal sulit, tetapi hasil ini menunjukkan bahwa populasi alga dari lingkungan yang bervariasi lebih baik menghadapi perubahan lingkungan daripada yang diduga sebelumnya. ”

Referensi Jurnal :

C-Elisa Schaum, Björn Rost, Sinéad Collins. Environmental stability affects phenotypic evolution in a globally distributed marine picoplankton. The ISME Journal, 2015; DOI: 10.1038/ismej.2015.102.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here