perawat
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Menurut studi baru dari Finlandia, mengurangi istirahat pendek di antara shift kerja, membantu perawat kembali pulih dari pekerjaannya.  Studi ini menganalisis efek dari istirahat dan pemulihan waktu yang lebih lama di antara shift kerja pada variabilitas detak jantung, yang merupakan indikator pemulihan.

Shift kerja dapat meningkatkan risiko banyak penyakit, misalnya penyakit kardiovaskular. Peningkatan risiko sebagian disebabkan oleh pemulihan yang tidak cukup dari pekerjaan, yang mengganggu fungsi normal dari sistem saraf otonom yang mengatur fungsi jantung dan tekanan darah, di antara banyak hal lainnya. Perawat memiliki terlalu sedikit waktu untuk istirahat dan pemulihan terutama pada sistem shift ‘backwards-rotating’, yang memungkinkan waktu istirahat kurang dari 11 jam antara shift malam dan pagi.

Peserta penelitian adalah 39 wanita perawat dengan usia rata-rata 45 tahun. Pada awal penelitian, perubahan mereka disesuaikan ke arah yang lebih ergonomis, mengurangi jumlah istirahat kurang dari 11 jam di antara shift. Pemulihan kondisi perawat dianalisis sebelum penyesuaian shift dan satu tahun setelahnya dengan melakukan survei, serta dengan merekam variabilitas detak jantung. Faktor ini menunjukkan fungsi dari sistem saraf otonom. Rekaman ini dilakukan ketika perawat sedang bertugas, tidak bertugas dan saat tidur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa menyesuaikan shift kerja ke arah yang lebih ergonomis lebih meningkatkan tingkat pemulihan perawat. Pemulihan dari pekerjaan itu terutama ditunjukkan oleh aktivasi parasimpatis perawat yang lebih tinggi dan aktivasi simpatik yang lebih rendah dari sistem saraf otonom selama jam pertama tidur. Perubahan positif saat tidur ini mencerminkan pemulihan tubuh dari stres dan transisi dalam keadaan relaksasi. Penelitian sebelumnya pada pemulihan dari shift kerja belum banyak terfokus pada variabilitas detak jantung saat tidur, meskipun itu menjadi salah satu indikator kunci pemulihan.

Dilansir University of Eastern Finland (17/06/2015), menurut para peneliti, hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mendorong kemampuan bekerja dan kesejahteraan perawat di tempat kerja, dianjurkan untuk menggunakan sistem shift ‘forward-rotating’, di mana shift selalu diikuti oleh shift yang dimulai kemudian, yaitu shift pagi diikuti oleh shift malam. Hal ini membuat waktu yang cukup untuk pemulihan di antara shift.

Referensi Jurnal :

Susanna Järvelin-Pasanen, Tarja Hakola, Harri Lindholm, Veikko Louhevaara, Marja Paukkonen, Sampsa Puttonen, Annina Ropponen, Mika Tarvainen, Tiina Pohjonen. Effects of a reduction in the number of short intervals between work shifts on heart rate variability: A prospective field study of female nurses. Clinical Nursing Studies, 2015; 3 (3) DOI: 10.5430/cns.v3n3p118.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here