anak, televisi
Gambar anak sedang menonton televisi.

Bhataramedia.com – Menonton televisi bagi orang tua, mungkin akan menjadi biasa. Namun, bagi anak-anak, seringkali hal tersebut musti dijaga dengan baik. Sebab, anak-anak belum dewasa dalam berpikir jernih. Mengenai tontonan di televisi. Bahkan, ada bahaya negatif bagi mental anak jika terlalu banyak menonton tayangan dewasa di televisi.

Untuk orang tua, ini pengaruh negatif bagi anak jika mereka terlalu lama dibiarkan menonton televisi terlalu lama dan tanpa bimbingan orang tua:

Mendorong anak menjadi konsumtif

Anak-anak merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif. Seperti suka jajan, menginginkan sesuatu yang tidak mereka butuhkan, dan lain sebagainya/

Berpengaruh terhadap sikap

Anak yang banyak menonton TV namun belum memiliki daya kritis yang tinggi, besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi. Mereka bisa jadi berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yang sama dengan orang di layar televisi. Hal ini akan mempengaruhi sikap mereka dan dapat terbawa hingga mereka dewasa.

Mengurangi semangat belajar

Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar.

Mengurangi konsentrasi

Rentang waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit, persis seperti acara dari iklan ke iklan, akan dapat membatasi daya konsentrasi anak.

Mengurangi kreativitas

Dengan adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi manusia-manusia yang individualistis dan sendiri. Setiap kali mereka merasa bosan, mereka tinggal memencet remote control dan langsung menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan, seperti akhir pekan atau libur sekolah, biasanya kebanyakan diisi dengan menonton TV. Mereka seakan-akan tidak punya pilihan lain karena tidak dibiasakan untuk mencari aktivitas lain yang menyenangkan. Ini membuat anak tidak kreatif.

Itulah beberapa pengaruh negatif pada anak, jika terlalu sering menonton tayangan televisi. Bimbing anak Anda, agar bisa membuatnya paham bahwa tayangan di televisi adalah bagian rekayasa semata, dan hanya ditayangkan untuk konsumsi hiburan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here