Bhataramedia.com – Jika Indonesia berada pada posisi 40 alias paling akhir dalam kualitas pendidikan, kita tentu bertanya-tanya, siapakah yang memegang urutan pertama? Banyak orang menduga pasti Amerika Serikat, atau Jepang, atau Inggris yang menjadi negara dengan mutu pendidikan terbaik. Namun ternyata tidak. Negara yang pernah meraih predikat dengan sistem pendidikan terbaik adalah Finlandia yaitu pada tahun 2012 berdasarkan thelearningcurve.pearson.com.

Sistem pendidikan di Finlandia berbasis ramah anak. Setiap siswa didorong untuk menikmati proses belajarnya di sekolah. Guru hanya berperan “mengantarkan” siswa-siswanya mendapatkan ilmu, bukan memberi ilmu kepada siswa.

Di Finlandia, profesi guru sangat dihormati, sekalipun gajinya tidak cukup memadai. Untuk menjadi guru, seseorang harus menjadi lulusan perguruan tinggi negeri dengan menjadi 10 besar di universitas tersebut. Jika tidak, jangan harap bisa menjadi guru. Jika di Indonesia seleksi masuk universitas yang amat ketat diterapkan pada ilmu-ilmu sains, hukum, dan kedokteran, maka di Finlandia seleksi ketat tersebut diperuntukkan bagi jurusan keguruan.

Anak-anak Finlandia baru masuk sekolah pada usia tujuh tahun, tidak boleh kurang. Menurut Riitta Juusenaho, guru dari kota Tempere, anak-anak berusia enam tahun tanpa paksaan sudah meminta untuk masuk sekolah pada tahun depannya.

“Tidak ada buku teks, tidak ada pekerjaan rumah di sistem pendidikan kami. Kami menganut sistem belajar dari lingkungan, jadi tidak akan ada yang tertinggal, karena semua orang belajar dan mengajari orang lain, mereka saling berbagi,” kata Juusenaho dalam seminar Edukasi Internasional Universitas Tempere pada Mei silam.

Finlandia tidak mengenal kurikulum pendidikan. Apa yang akan diajarkan pada siswa diserahkan sepenuhnya pada guru masing-masing, karena kebutuhan siswa bisa jadi berbeda-beda satu sama lain. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Guru sama sekali tidak memberikan perintah-perintah karena hanya akan membuat siswa tertekan. Siswa didorong untuk bekerja independen, mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan.

Guru tidak memberikan PR atau tugas sampai siswa berusia remaja. Kalaupun diberi tugas, maka yang menjadi acuan bukan benar atau salahnya hasil, melainkan kemauan untuk mengerjakan. Guru-guru di Finlandia sangat menghindari memberi kritik atau memarahi siswanya. Sistem ranking juga tidak diberlakukan. Setiap siswa dilatih untuk bangga pada diri dan karyanya sendiri.

Finlandia menggratiskan pendidikan 12 tahun untuk warganya. Mereka hanya mengenal satu ijazah, yakni setingkat SMA. Di Finlandia juga berlaku ujian standar kelulusan, namun hanya satu kali dalam 12 tahun tersebut. Mereka tidak mengenal ujian mid semester, ujian semester, try out, hingga ujian nasional. Namun, angka kelulusan selalu mencapai 98% setiap tahun.

Dengan sistem seperti itu, pendidikan Finlandia sama sekali tidak terpengaruh oleh goncangan politik, pergantian presiden, atau penunjukan menteri pendidikan baru. Pasalnya, semua orang di Finlandia bisa menjadi pembelajar mandiri. Fungsi pemerintah hanya menyediakan sarana fisik bagi keberlangsungan pendidikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here