cinta
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Anak muda sekarang rasanya belum lengkap pacaran bila belum menentukan panggilan sayang yang digunakan untuk memanggil pujaan hatinya. Panggilan sayang ini selain digunakan untuk menunjukkan adanya hubungan istimewa yang terjalin. Ternyata panggilan sayang ini juga berguna untuk meningkatkan hubungan istimewa tersebut menjadi lebih romantis atau mesra.

Akan tetapi, membuat panggilan sayang ternyata tak semudah yang dipikirkan. Panggilan sayang harus bisa mewakili pribadi masing-masing pasangan yang telah kasmaran tersebut. Untuk kamu yang sedang bingung mencari nama panggilan yang cocok untuk kamu dan pacar kamu, berikut ini tips-tips yang bisa kamu praktikkan.

Nama Ejekan

Memanggil pacar kamu dengan nama ejekan yang kamu buat sendiri untuknya akan terdengar unik dan anti mainstream. Hal ini bukan berarti kamu tak sayang dia, justru kamu akan merasa semakin istimewa buat pacar kamu. Karena hanya kamu saja yang diijinkan olehnya untuk memanggil dia dengan nama ejekan tersebut. Begitu juga sebaliknya, hanya dia yang memanggil kamu dengan nama ejekan yang dibuatnya khusus untuk kamu. Asalkan nama ejekan yang masing-masing telah kalian buat tidak terlalu berlebihan yaa, masih dalam batas normal.

Bentuk Fisik

Memanggil pacar kamu dengan salah satu bentuk fisiknya yang menurut kamu menarik tak mengapa. Pacar kamu pun tak akan marah, karena ketika dia yakin bahwa kamu tulus menyayangi dia dan tak mempermasalahkan bentuk fisiknya tersebut. Misalnya saja pacar kamu memiliki hidung yang pesek, karena itu kamu memanggilnya “pesek”. Atau pacar kamu mempunyai bentuk pipi yang chubby, maka kamu memanggilnya “tembem” atau “chubby”.

Panggilan Mainstream

Ini pilihan terakhir yang bisa kamu gunakan bila kamu tidak juga menemukan panggilan sayang yang cocok. Panggilan sayang ini sangat umum digunakan oleh pasangan kekasih lainnya. Misalnya saja seperti “sayang”, “ayang”, “baby”, “beb”, “honey”, “hon” dan lain sebagainya. Saat ini banyak pula pasangan kekasih yang mempunyai panggilan sayang selayaknya suami istri misalnya saja “ayah dan bunda”, “papa dan mama”, “umi dan abi”, dan lain sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here