penyakit jantung
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Sel punca embrionik /  embryonic stem cells (ESCs) memiliki potensi menjanjikan untuk regenerasi jantung, tetapi rentan terhadap berbagai masalah. Baru-baru ini, efek yang bermanfaat dari sel punca telah terhubung dengan sekresi exosom. ESCs memiliki kemampuan untuk menghasilkan exosom, namun, efeknya dalam konteks jantung masih belum diketahui.

“Jika tujuan Anda adalah untuk melindungi jantung, ini merupakan temuan yang cukup penting,” kata Dr. Raj Kishore, Ph.D, Direktur Stem Cell Therapy Program di Center for Translational Medicine, Temple University School of Medicine (TUSM)

“Anda dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memperbaiki dirinya sendiri tanpa menggunakan sel punca itu sendiri. Pekerjaan kami menunjukkan cara yang unik untuk menumbuhkan jantung menggunakan vesikel yang disekresikan dari sel punca embrionik,” lanjut Dr. Kishore, seperti dilansir Temple University Health System (18/06/2015).

Kelompok peneliti juga mulai menentukan anggota “kru kerja” dalam vesikel yang mungkin bertanggung jawab untuk perbaikan kerusakan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh exosom yang berasal dari ESC untuk perbaikan miokardium iskemik dan apakah fungsi c-kit + sel progenitor jantung / cardiac progenitor cells (CPCs) dapat ditingkatkan dengan ESC exosom.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa exosom tikus yang berasal dari ESC / mouse ESC-derived exosoms (MES Ex), memiliki kemampuan untuk meningkatkan fungsi jaringan jantung yang mati (infarksi). Mes Ex meningkatkan neovaskularisasi, kelangsungan hidup kardiomiosit dan mengurangi fibrosis pasca infarksi, sejalan dengan kebangkitan respon proliferatif jantung.

Hal yang penting, MES Ex memperkuat kelangsungan hidup CPC, proliferasi dan kinerja jantung, bersamaan dengan peningkatan c-kit + CPC in vivo, 8 minggu setelah transfer in vivo bersama dengan pembentukan kardiomiosit baru di jantung iskemik.

mirna Array mengungkapkan pengayaan signifikan dari miR290-295 cluster dan terutama mir-294 di ESC exosom. Hal yang mendasari efek menguntungkan dari mes Ex adalah pengiriman ESC spesisfik mir-294 untuk CPCs, yang mempromosikan peningkatan kelangsungan hidup, perkembangan siklus sel dan proliferasi.

Mes Ex menyediakan sistem bebas sel baru yang menggunakan kekuatan regeneratif besar dari sel-sel ES, sambil menghindari risiko yang terkait dengan ES langsung atau transplantasi sel yang berasal dari ES dan risiko teratoma. ESC exosom memiliki kemampuan regenerasi jantung dan memodulasi kardiomiosit dan program perbaikan berbasis CPC di jantung.

Penelitian di masa depan akan melihat pada terapi exosom dan penggunaan microRNA khusus untuk perbaikan jantung pada hewan besar dan akhirnya diujicobakan pada manusia.

“Pekerjaan kami menunjukkan bahwa cara terbaik untuk menumbuhkan jantung adalah untuk meningkatkan kemampuan memperbaiki diri dan meningkatkan kapasitas jantung untuk menyembuhkan diri sendiri,” kata Dr. Kishore.

“Dengan cara ini, kita menghindari risiko yang terkait dengan pembentukan teratoma dan komplikasi potensial lainnya yang menggunakan sel punca. Ini adalah perkembangan menarik di bidang penyakit jantung,” ungkap Dr. Kishore.

Referensi Jurnal :

M. Khan, E. Nickoloff, T. Abramova, J. Johnson, S. K. Verma, P. Krishnamurthy, A. R. Mackie, E. Vaughan, V. N. Garikipati, C. L. Benedict, V. Ramirez, E. Lambers, A. Ito, E. Gao, S. Misener, G. Qin, T. S. Luongo, J. W. Elrod, S. R. Houser, W. J. Koch, R. Kishore. Embryonic Stem Cell-Derived Exosomes Promote Endogenous Repair Mechanisms and Enhance Cardiac Function Following Myocardial Infarction. Circulation Research, 2015; DOI: 10.1161/CIRCRESAHA.117.305990.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here