Bhataramedia.com – Studi dari  Indiana University telah menemukan bahwa kelas sosial dapat menjelaskan perbedaan di dalam cara orang tua melatih anak-anak mereka untuk mengelola tantangan di sekolah. Perbedaan tersebut dapat mempengaruhi pendidikan anak dengan menghasilkan ketidaksetaraan di dalam kelas.

“Orang tua memiliki keyakinan yang berbeda mengenai bagaimana cara menghadapi tantangan di dalam kelas,” kata Jessica McCrory Calarco, asisten profesor di IU Bloomington’s Department of Sociology.

“Orang tua kelas menengah memberitahu anak-anak mereka untuk menjangkau guru dan mengajukan pertanyaan. Orangtua kelas pekerja menganggap bahwa meminta bantuan dianggap tidak menghormati guru, sehingga mereka mengajari anak-anak mereka untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri,” tambah Calarco, seperti dilansir Indiana University (27/8/2014).

Calarco mempelajari empat ruang kelas di sekolah umum dari rentang waktu kelas tiga sampai kelas lima. Agar dapat mengisolasi perbedaan berdasarkan kelas sosial saja, dia hanya mengumpulkan wawancara dari siswa Kaukasia dan keluarganya, di samping guru-guru mereka.

Secara umum, anak-anak kelas menengah mendapatkan lebih banyak perhatian dari guru mereka karena mereka secara aktif mencari itu, sementara anak-anak kelas pekerja cenderung untuk diam agar tidak menjadi beban. Calarco mengatakan bahwa perbedaan di dalam cara orang tua mengajari anak-anak mereka untuk menangani masalah di sekolah berasal dari seberapa sering orang tua terlibat di dalam pendidikan anak-anak mereka.

“Orang tua kelas menengah lebih terhubung dengan sekolah, sehingga mereka tahu apa yang para guru harapkan di kelas. Orangtua kelas pekerja kelas tidak berpikir bahwa sekolah adalah tempat mereka untuk terlibat, sehingga mereka cenderung kurang menyadari apa yang guru harapkan,” kata Calarco.

Adanya kesenjangan yang lebar antara kelas sosial terhadap hasil pendidikan, Calarco menyarankan bahwa penelitian ini dapat membantu pihak sekolah menjadi lebih menyadari perbedaan ini dan membuat gerakan untuk mengurangi kesenjangan.

“Sekolah dapat mengambil melangkah untuk meringankan perbedaan-perbedaan di dalam kesediaan anak-anak untuk mencari bantuan,” kata Calarco.

“Guru perlu menyadari perbedaan kelas sosial yang dibawa oleh siswa ke dalam kelas. Mereka harus lebih aktif untuk mencari siswa yang sedang bermasalah di dalam kelas, karena jika kita menyerahkannya kepada anak-anak, mereka tidak dapat mencarinya sendiri,” pungkas Calarco.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here