Beranda Education Inovasi Alat Kedokteran Cabut Gigi Ini Ditemukan oleh Mahasiswa UGM

Inovasi Alat Kedokteran Cabut Gigi Ini Ditemukan oleh Mahasiswa UGM

3386
REDONCEP UGM Ciptakan Tang Cabut Gigi Bongkar Pasang. (Credit: ugm.ac.id)
REDONCEP UGM Ciptakan Tang Cabut Gigi Bongkar Pasang. (Credit: ugm.ac.id)
REDONCEP UGM Ciptakan Tang Cabut Gigi Bongkar Pasang. (Credit: ugm.ac.id)
REDONCEP UGM Ciptakan Tang Cabut Gigi Bongkar Pasang. (Credit: ugm.ac.id)

Bhataramedia.com – Mahasiswa Universitas gajah Mada beberapa waktu yang lalu telah berhasil menciptakan alat kedokteran yang cukup modern. Mereka menciptakan tang cabut gigi yang bisa mencabut gigi secara portable.

Alat yang mereka ciptakan bisa dibongkar pasang, dan dapat membantu dokter tanpa memilih alat kedokteran yang semakin kompleks. Karena biasanya alat kedokteran khusus dokter gigi berjumlah 10 hingga 12 buah yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Namun di tangan tim REDONCEP, dokter tak perlu kerepotan lagi dengan 12 buah alat cabut gigi tersebut. Karena mereka telah berhasil menciptakan tang cabut gigi yang dapat dibongkar pasang.

Mereka adalah Wahyuke Hestiyanti, Puspita Arum, Lastry Padang, Kevin Marselinus, dan M. Riza. “Idenya adalah tang cabut gigi yang dapat dibongkar pasang, dimana satu gagang tang cabut gigi dapat dilepas dan dipasang dengan kepala tang cabut lainnya,” kata Kevin, hari Kamis (11/6/2015) seperti yang dilansir dari situs UGM.

Mereka menjelaskan bahwa tang cabut ciptaan tim REDONCEP ini memberikan banyak keuntungan bagi dokter gigi, antara lain lebih praktis, aman karena alat diuji sedemikian rupa sehingga tidak berbahaya bagi pasien, dapat meningkatkan gairah perindustrian alat kesehatan di Indonesia, dan satu-satunya di dunia.

“Setelah kita cari dan cek belum ditemukan produk serupa tang cabut gigi yang dapat dibongkar pasang,” lanjut Kevin.

Lastry Padang berharap tang cabut gigi kreasi anak negeri ini dapat diproduksi secara massal dan dapat membantu pemerintah untuk mencapai indikator pencapaian Permenkes nomor 86 tahun 2013. Agar pada tahun 2016, bangsa Indonesia dapat mencapai kemandirian industri alat kesehatan teknologi menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here