Beranda Education Dari Cangkang Telur Disulap Menjadi Obat Sakit Gigi

Dari Cangkang Telur Disulap Menjadi Obat Sakit Gigi

1249
Lima Mahasiswa Ini Sulap Limbah Cangkang Telur Jadi Obat Gigi. (Credit: ugm.ac.id)
Lima Mahasiswa Ini Sulap Limbah Cangkang Telur Jadi Obat Gigi. (Credit: ugm.ac.id)
Lima Mahasiswa Ini Sulap Limbah Cangkang Telur Jadi Obat Gigi. (Credit: ugm.ac.id)
Lima Mahasiswa Ini Sulap Limbah Cangkang Telur Jadi Obat Gigi. (Credit: ugm.ac.id)

Bhataramedia.com – Dari cangkang, mahasiswa Universitas Gajah Mada ini mengubah limbah telur menjadi obat sakit gigi. Hal ini yang telah dibuktikan oleh Rizka dan bersama keempat rekannya Risa Widya Iswara, Novaria, Rika Ayu Putri Virawati, dan Veri Anggara Saputri.

Mereka menciptakan obat dari limbah ramah lingkungan, dari telur bebek. “Dalam cangkang telur bebek ini terdapat membran yang mengandung zat aktif yang mampu menekan peradangan. Akan tetapi selama ini cangkang telur bebek hanya dibuang dan menumpuk menjadi sampah,” kata Bina Rizka Maulida, (10/6/2015) seperti dilansir dari situs UGM.

Mereka mengolah membran cangkang telur ini menjadi ekstrak untuk digunakan sebagai obat antiradang. Obat yang mereka kembangkan tersebut digunakan untuk anti radang pada sakit gigi dinamai dengan “ExEllen” (Extract of Eggshell Membrane).

Rizka menjelaskan dalam membran cangkang telur bebek mengandung sejumlah zat aktif seperti kondroitin sulfat, glukosamin, dan asam hyaluronat. Zat aktif tersebut memiliki efek antiradang, sehingga membran cangkang telur bebek berpotensi untuk mengatasi peradangan pada gigi atau reversible pulpitis.

“Kami menemukan bahan alami sebagai obat untuk peradangan gigi tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya,” tambah Rizka.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pembuatan obat dilakukan dengan memisahkan membran dari cangkang telur. Kemudian membran yang didapat dibuat menjadi ekstrak menggunakan metode maerasi dengan pelarut etanol 70 persen. Proses ini sendiri membutuhkan waktu 4 minggu.

“Dari 3 kg diperoleh 290 gram membran cangkang telur yang menghasilkan 2,9 ml ekstrak membran cangkang telur,” jelasnya.
Hingga saat ini, obat yang dikembangkan lima mahasiswa ini terbukti minim menimbulkan efek samping berbahaya.

Selain itu, dengan memanfaatkan limbah cangkang telur bebek juga membantu dalam upaya mengurangi polusi terhadap lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here