Bhataramedia.com – Menurut studi terbaru, terapi berbasis keluarga dapat memberikan keuntungan pada remaja dengan gangguan makan anoreksia nervosa.

“Pesan untuk para orang tua adalah bahwa, pertama, ada pengobatan baik yang tersedia untuk anak mereka yang sedang berjuang dengan anoreksia,” kata penulis studi, Dr. Stewart Agras, profesor emeritus bidang psikiatri dan ilmu perilaku di Stanford University.

“Kedua, pengobatan tersebut adalah terapi berbasis keluarga di ana orang tua membantu anak mereka mendapatkan kembali berat badan,” tambah Agras, seperti dilansir Stanford University (24/9/2014).

“Sudah sejak lama, orang-orang menyalahkan keluarga karena menyebabkan anoreksia dan berpikir bahwa keluarga tidak perlu terlibat di dalam pengobatan,” kata rekan penulis studi, Dr. James Lock, seorang profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Stanford.

“Namun, studi ini menunjukkan bahwa ketika penderita anoreksia melibatkan keluarga justru dapat berguna. Terapi berbasis keluarga yang lebih fokus, bekerja lebih cepat dan lebih efektif biaya untuk sebagian besar pasien,” kata Lock, direktur Comprehensive Comprehensive Eating Disorders Program di Lucile Packard Children’s Hospital Stanford.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 160 pasien anoreksia dari Amerika dan Kanada. Mereka berusia antara 12-18 tahun dan telah berjuang melawan anoreksia selama rata-rata 13,5 bulan. Sembilan puluh persen dari pasien adalah wanita.

Rata-rata berat badan mereka setidaknya 75 persen dari apa yang dianggap ideal, sehingga dokter menganggap aman bagi mereka untuk menerima pengobatan rawat jalan.

Para peserta kemudian didaftarkan ke dalam dua jenis terapi berbasis keluarga. Salah satu program mengajarkan orang tua bagaimana membantu anak-anak mereka makan secara normal dan mendapatkan kembali berat badan di rumah. Sementara program yang lain berusaha untuk mengajarkan orang tua mengenai bagaimana menyelesaikan masalah keluarga.

Kedua program terdiri dari 16 sesi (satu jam/sesi) selama lebih dari sembilan bulan. Efektivitas terapi dievaluasi pada akhir masa pengobatan selama sembilan bulan dan setahun kemudian.

studi tersebut menemukan bahwa peserta pada kedua kelompok terapi memiliki tingkat pemulihan yang sama dari dari anoreksia. Namun, pasien yang berada di dalam program yang berfokus pada kebiasaan makan normal, lebih cepat bertambah berat badan dan diperlukan lebih sedikit rawat inap,.

“Kami berpikir bahwa orang tua dapat mengganggu perilaku mempertahankan anoreksia cukup lama dari yang diperkirakan sebelumnya dan kognisi yang terjadi bersamaan dengan penyakit juga berkurang,” kata Lock.

Menurut para peneliti, temuan ini menambah semakin banyak bukti bahwa keterlibatan orang tua sangat penting di dalam pengobatan remaja dengan anoreksia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here