anak-anak, gangguan tidur
Ilustrasi.

Bhataramedia.com –┬áStudi baru menunjukkan bahwa anak-anak dengan cedera otak traumatis (COT) memiliki tidur yang lebih buruk dan lebih mengantuk di siang hari, dibandingkan dengan anak-anak yang sehat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan COT lebih mungkin untuk mengalami kantuk di siang hari yang lebih besar, gangguan tidur dan kualitas tidur yang lebih buruk secara keseluruhan. Anak-anak dengan COT juga mengalami gangguan fungsi emosional, fisik dan sosial bila dibandingkan dengan anak-anak yang sehat.

“Kami terkejut bahwa anak-anak dengan COT mengalami kenaikan rasa kantuk yang terus-menerus di siang hari dan penurunan kualitas tidur dibandingkan dengan anak-anak yang sehat,” kata peneliti utama, Kimberly Allen, Ph.D, R.N., asisten profesor, Center for Narcolepsy, Sleep and Health Research, Department of Women Children and Family Health Science, di University of Illinois-Chicago.

Abstrak penelitian baru-baru ini diterbitkan secara online di jurnal Sleep dan akan dipresentasikan tanggal 8 Juni di Seattle, Washington, pada SLEEP 2015, pertemuan tahunan ke-29 dari Associated Professional Sleep Societies LLC.

Dilansir American Academy of Sleep Medicine (08/06/2015), kelompok studi terdiri 15 anak-anak dengan COT dan 15 anak-anak sehat, yang memiliki kesamaan usia, ras dan tingkat pendidikan ibu. Orang tua dari anak-anak dengan COT dan orang tua dari anak-anak sehat menyelesaikan tiga survei yang berkaitan dengan perilaku tidur dan kualitas tidur anak mereka. Tiga survei tersebut berupa : Children’s Sleep Habits Questionnaire (CSHQ), Child Sleep Wake Scale (CSWS) dan Epworth Sleepiness Scale (ESS) yang telah dimodifikasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here