wayne campbell, profesor ilmu gizi
Penelitian yang dipimpin oleh Wayne Campbell, seorang profesor ilmu gizi di Universitas Purdue, menemukan bahwa menambahkan telur pada salad dengan berbagai sayuran mentah, merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan penyerapan nutrisi. Penelitian ini dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition.(Credit: Purdue University photo/John Underwood)

Bhataramedia.com – Menambahkan telur pada salad dengan berbagai sayuran mentah merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan penyerapan karotenoid. Karotenoid merupakan nutrisi yang larut di dalam lemak yang membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif. Hal ini berdasarkan penelitian dari Purdue University.

“Memakan berbagai sayuran berwarna pada salad menyediakan beberapa jenis karotenoid yang unik, termasuk beta-karoten, lutein, zeaxanthin dan likopen,” kata Wayne Campbell, seorang profesor ilmu gizi. “Lipid yang terkandung di dalam telur utuh meningkatkan penyerapan dari semua jenis karotenoid ini.”

Penelitian ini dipublikasikan secara online di American Journal of Clinical Nutritionand dan didanai oleh American Egg Board-telur Nutrition Center, National Institutes of Health Purdue Ingestive Behavior Research Center.

“Kebanyakan orang tidak cukup memakan sayuran pada diet mereka. Pada saat yang sama, orang yang mengkonsumsi salad biasanya memilih ‘dressing’ yang sedikit lemak atau bebas lemak,” kata Jung Eun Kim, seorang peneliti postdoctoral di Departemen Ilmu Gizi Purdue.

“Hasil penelitian kami mendukung bahwa orang memperoleh manfaat kesehatan yang lebih dari karotenoid ketika memakan sayuran mentah dan juga mengkonsumsi telur yang telah dimasak. Telur, makanan kaya nutrisi yang mengandung asam amino esensial, asam lemak tak jenuh dan vitamin B, dapat digunakan untuk meningkatkan nilai gizi dari sayuran, yang konsuminya berada di bawah rekomendasi oleh sebagian besar orang yang tinggal di Amerika Serikat,” lanjut Kim, seperti dilansir Purdue University (05/06/2015).

Pada studi tersebut, 16 peserta mengkonsumsi salad berbagai sayuran mentah tanpa telur, salad dengan satu setengah telur dan salad dengan tiga telur pada waktu yang berbeda. Semua salad disajikan dengan tiga gram minyak canola. Salad kedua memiliki 75 gram orak-arik telur utuh dan ketiga 150 gram orak-arik telur utuh. Penyerapan karotenoid 3,8 kali lipat lebih tinggi ketika salad diberi tambahan tiga telur, dibandingkan dengan salad yang tidak ada telurnya.

Penelitian ini menggunakan orak-arik telur untuk memastikan para peserta mengkonsumsi baik kuning maupun putih telur.

“Sementara bentuk masakan telur lainnya tidak diuji, kami percaya hasilnya akan sebanding selama kuning telur dikonsumsi,” kata Campbell.

“Lipid pada salad ‘dressing’ juga meningkatkan penyerapan karotenoid, tetapi ada kecenderungan menggunakan ‘dressing’ secara berlebihan dan mengkonsumsi kalori berlebih. Banyak salad ‘dressing’ mengandung sekitar 140-160 kalori per porsi, sekitar dua sendok makan. Satu butir telur besar sekitar 70 kalori dan menyediakan 6 gram protein. Orang-orang berada pada risiko yang lebih besar untuk menempatkan terlalu banyak kalori pada salad karena mereka tidak selalu mengetahui ukuran porsi yang tepat untuk salad ‘dressing’, tetapi Anda mengetahui ukuran porsi telur,” jelas Campbell.

Referensi Jurnal :

J. E. Kim, S. L. Gordon, M. G. Ferruzzi, W. W. Campbell. Effects of egg consumption on carotenoid absorption from co-consumed, raw vegetables. American Journal of Clinical Nutrition, 2015; DOI: 10.3945/ajcn.115.111062.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here