Bhataramedia.com – Para peneliti telah lama khawatir bahwa perubahan lingkungan secara cepat yang terjadi di seluruh dunia akhirnya akan mengarah pada penurunan keanekaragaman hayati yang signifikan. Sekarang, studi baru dari Laut Sargasso menunjukkan bahwa setidaknya di beberapa bagian dunia kemungkinan sudah mengalami hal tersebut.

Laut Sargasso memiliki panjang sekitar 3.000 mil dan lebar 1.000 mil lebar dan berukuran hampir dua-pertiga dari Samudra Atlantik Utara. Survei Biologi yang dilakukan di wilayah tersebut pada awal tahun 1970 menunjukkan bahwa laut daerah tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, mulai dari ikan, siput hingga laba-laba laut.

Lingkungan alam di laut Sargasso memiliki karakter berupa banyaknya  rumput laut jenis Sargassum yang mengambang dari tengah laut hingga yang terdampar di pesisir. Ekosistem rumput laut tersebut merupakan tempat berlindung bagi hewan-hewan laut berukuran kecil.

Namun, menurut studi yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Marine Biology, keanekaragaman hayati yang bersembunyi di antara hutan Sargassum tersebut tampaknya telah menghilang selama beberapa dekade terakhir.

Di dalam serangkaian survei yang dilakukan, para ahli dari Montery Bay Aquarium Research Institute menemukan bahwa pada tahun 2011 dan 2012 komunitas hewan Sargasso yang hilang setidaknya mencapai 13 spesies hewan,di  antaranya adalah cacing, nudibranch, udang-udangan dan laba-laba laut.

Mungkinkah di dalam empat dekade spesies-spesies tersebut telah menghilang atau berpindah tempat?

Para peneliti dengan cepat mengetahui dan menunjukkan bahwa karena perubahan arus laut, kondisi air laut menjadi lebih dingin di Februari 2011 dibandingkan bulan-bulan setelahnya. Hal ini kemungkinan menghasilkan perbedaan yang besar terhadap komunitas hewan di dalam waktu yang relatif singkat.

Namun, para peneliti memperingatkan bahwa hal tersebut merupakan skenario kasus terbaik terhadap hilangnya organisme-organisme tersebut.

“Jika hal tersebut benar-benar mempengaruhi penurunan keanekaragaman hayati  jangka panjang, maka akan sangat mengkhawatirkan,” kata penulis studi, Crissy Huffard, seperti dilansir Monterey Bay Aquarium Research Institute (23/9/2014).

Huffard dan rekannya, Ken Smith, berharap untuk melakukan serangkaian ekspedisi tindak lanjut di dalam waktu dekat untuk menganalisis dan membandingkan hasil survei lebih jauh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here