dinosaurus bertanduk
Rekonstruksi artistik dinosaurus bertanduk Regaliceratops peterhewsi di lingkungan palaeo dari zaman Cretaceous Akhir di Alberta, Kanada.(Credit: Art by Julius T. Csotonyi. Courtesy of Royal Tyrrell Museum, Drumheller, Alberta)

Bhataramedia.com –┬áSekitar 10 tahun yang lalu, Peter hews secara tidak sengaja menemukan beberapa tulang yang mencuat dari tebing di sepanjang Sungai Oldman di tenggara Alberta, Kanada. Saat ini, para ilmuwan menjelaskan bahwa tulang tengkorak yang hampir utuh tersebut adalah milik dinosaurus bertanduk yang sangat tidak biasa. Kerabat dekat dari Triceratops yang belum diketahui oleh ilmu pengetahuan hingga saat ini.

Temuan ini dijelaskan Cell Press journal Current Biology pada tanggal 4 Juni.

“Spesimen tersebut berasal dari wilayah geografis Alberta yang sebelumnya belum pernah ditemukan dinosaurus bertanduk, sehingga dari awal penemuan kami mengetahui bahwa fosil ini penting,” kata Dr. Caleb Brown dari Tyrrell Museum of Palaeontology di Alberta, Kanada. “Setelah dianalisis, dinosaurus ini jelas spesies baru dan salah satu yang tak terduga. Banyak peneliti di bidang dinosaurus bertanduk yang mengunjungi museum melakukan kunjungan ganda ketika mereka pertama kali melihatnya di laboratorium. ”

Brown mengatakan bahwa keunikan spesimen ini sangat jelas, Anda sudah dapat mengatakannya pada saat melihatnya dari jarak 100 meter.

Apa yang membuat dinosaurus bertanduk baru ini khas adalah ukuran dan bentuk tanduk di wajah, serta fitur tambahan seperti perisai di bagian belakang tengkorak. Spesies baru ini di dalam banyak hal mirip dengan Triceratops, kecuali tanduk hidungnya yang lebih tinggi dan dua tanduk kecil di atas matanya.” Fitur yang paling khas dari dinosaurus baru ini adalah perisai di belakang tengkorak, piringan pentagonal yang memancar ke luar. “Hasilnya terlihat seperti mahkota,” katanya.

Brown dan rekan penulis studi, Donald Henderson, memberi nama dinosaur baru ini Regaliceratops peterhewsi, berdasarkan fitur seperti mahkotanya dan berdasarkan orang yang pertama kali menemukannya, serta melaporkannya ke museum. Para ilmuwan mengatakan mereka menyebut dinosaurus ini dengan julukan “Hellboy.”

Sementara dinosaurus baru ini sangat menarik, Brown dan Henderson mengatakan apa yang paling signifikan adalah implikasi bagi evolusi ornamen dinosaurus bertanduk. Sudah lama diketahui bahwa dinosaurus bertanduk masuk ke dalam salah satu dari dua kelompok : Chasmosaurine, dengan tanduk kecil di atas hidung, tanduk besar di atas mata, dan lempengan panjang, serta Centrosaurine, ditandai dengan tanduk besar di atas hidung, tanduk kecil di atas mata dan lempengan yang pendek.

“Spesies baru ini adalah Chasmosaurine, tetapi memiliki ornamen yang lebih mirip dengan Centrosaurine,” kata Brown. “Spesies ini juga berasal dari periode waktu setelah kepunahan Centrosaurine.”

Dinosaurus baru ini merupakan contoh pertama konvergensi evolusi dinosaurus bertanduk, yang berarti bahwa kedua kelompok ini secara independen telah mengevolusikan fitur serupa.

Para peneliti mengatakan mereka berharap untuk mengungkap lebih banyak mengenai sepsimen Regaliceratops peterhewsi. Mereka juga akan bekerja pada rekonstruksi tengkorak digital, mengingat bahwa meskipun utuh, fosil tersebut telah terdeformasi setelah 70 juta tahun di kaki bukit Rocky Mountain.

“Penemuan ini juga menunjukkan bahwa ada kemungkinan lebih banyak dinosaurus bertanduk di luar sana yang belum kita temukan, jadi kami juga akan mencari spesies baru lainnya,” kata Brown, seperti dilansir Cell Press (04/06/2015).

Referensi :

Brown et al. A New Horned Dinosaur Reveals Convergent Evolution in Cranial Ornamentation in Ceratopsidae. Current Biology, 2015 DOI: 10.1016/j.cub.2015.04.041.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here