Bhataramedia.com – Beberapa faktor seperti tuntutan ekonomi atau keinginan untuk memanfaatkan waktu luang, membuat mahasiswa memutuskan untuk bekerja di tengah-tengah kesibukan kuliah. Apakah bisa?

Kuliah sambil bekerja bukan hanya dialami oleh mahasiswa Indonesia. Di luar negeri pun, mahasiswanya tidak segan menambah penghasilan dengan bekerja paruh waktu. Di Australia dan Amerika misalnya, mahasiswa bisa bekerja hingga 20 jam per minggu. Dengan hitungan lima hari kerja, berarti mahasiswa bisa bekerja sampai empat jam per harinya.

Tentu saja, kendala utama ketika bekerja sambil kuliah adalah pembagian waktu. Beban kuliah harian ditambah tugas yang kadang bertumpuk, lalu pekerjaan juga sedang sibuk-sibuknya, adalah sedikit dari kendala kuliah sambil bekerja. Kendala-kendala tersebut dapat kita siasati dengan tips di bawah ini.

Niat dan Semangat

Tanpa dua hal ini, kuliah sambil bekerja akan berantakan di tengah jalan. Entah kuliahnya yang terbengkalai, nilai jeblok dan tugas jarang mengumpul, atau pekerjaannya yang berhenti, entah dipecat, potong gaji atau terpaksa mengundurkan diri.

Niati sedari awal bahwa kegiatan sehari-hari kita sekarang adalah beribadah, kuliah, bekerja, dan belajar. Relakan waktu bersantai atau nongkrong yang tidak perlu. Yang penting, sekalipun sibuk dan capek, tetap jaga semangat agar hari-hari tidak terasa berat.

Bagi Waktu Secermat Mungkin

Ini menjadi hal wajib bagi mahasiswa yang sudah punya komitmen untuk bekerja sambil kuliah. Jika tidak, maka kita sendiri yang akan terjebak pada aktivitas yang tidak ada habisnya.

Satu contoh, katakanlah jumlah SKS normal per minggu adalah 24 SKS. Biasanya kampus menerapkan lima hari masuk, ada juga yang enam hari. Rata-rata per hari mahasiswa harus menghabiskan lima SKS atau sekitar empat jam reguler atau enam jam jika ada praktek. Jika ditambah dengan jam kerja paruh waktu sebanyak empat hingga lima jam, maka setiap hari kita harus menyediakan waktu delapan hingga sebelas jam hanya untuk kuliah dan kerja. Jumlah tersebut belum dihitung jam belajar, berorganisasi, istirahat, dan perjalanan.

Maka, manajemen waktu menjadi hal paling urgen. Gunakan waktu akhir pekan untuk mempelajari materi kuliah selama satu minggu ke depan. Sisihkan dua jam waktu malam atau pagi hari untuk mengerjakan tugas. Lebih baik lagi jika membuat agenda mingguan atau bulanan.

Refreshing

Beraktivitas seharian penuh tentu memberi dampak bagi fisik dan psikis. Sebaiknya, luangkan waktu dua minggu sekali untuk menenangkan pikiran. Bisa dengan mengunjungi tempat wisata, main bersama teman, atau sekedar nonton bioskop.

Utamakan Kuliah

Jika kuliah dan pekerjaan benar-benar tidak bisa berjalan beriringan, maka utamakanlah kuliah terlebih dahulu. Ingat, posisi kita adalah sebagai mahasiswa yang mengisi waktu luang kuliah dengan bekerja, bukan sebagai karyawan yang mengisi waktu luang dengan kuliah.

Sedikit tips di atas mungkin bermanfaat bagi kamu yang berniat mencari pekerjaan di luar jam kuliah. Selain menambah uang saku, juga bisa menjadi pengalaman tersendiri. Namun ingat, pekerjaan tidak boleh dijadikan alasan kuliah menjadi terbengkalai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here