ibu hamil, kehamilan
Ilustrasi, ibu hamil.

Bhataramedia.com – Wanita dengan obesitas memiliki berbagai peningkatan risiko kesehatan pada kehamilan, baik bagi mereka dan bayi mereka, dibandingkan dengan wanita dengan kategori berat badan yang sehat. Temuan ini didasarkan pada penelitian baru oleh para akademisi di School of Nursing and Midwifery, Trinity College Dublin, University of Gothenberg dan City University London.

Penelitian  yang diterbitkan di peer-reviewed jurnal internasional Obesity Reviews tersebut, merekomendasikan wanita dengan obesitas harus menurunkan berat badan sebelum mereka hamil, serta menyoroti kurangnya dukungan yang saat ini tersedia untuk para wanita yang mengalami hal ini.

Menurut para peneliti, tingkat obesitas global pada ibu hamil telah mencapai proporsi epidemi, dengan prevalensi sebesar 31,9% pada wanita berusia 20-39 tahun di Amerika Serikat, sedangkan di Eropa rata-rata 30-37%. Prevalensi ibu hamil dengan obesitas di Irlandia, saat ini diperkirakan 20-25%.

Dilansir Trinity College Dublin (03/06/2015), obesitas kehamilan, didefinisikan memiliki BMI 30 kg/m2 atau lebih ketika memulai kehamilan, dibandingkan dengan kategori berat badan yang sehat antara 18,5 dan 24,9 kg/m2. Kondisi ini terkait dengan berbagai hasil yang merugikan bagi ibu dan bayi selama kehamilan, kelahiran dan setelah bayi dilahirkan. Gangguan kesehatan yang terjadi dapat termasuk diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, pre-eklampsia, depresi, tingkat yang lebih tinggi dari kelahiran instrumental dan caesar, dan infeksi bedah. Semuanya lebih mungkin terjadi pada wanita hamil dengan obesitas dibandingkan dengan wanita yang memiliki berat badan yang sehat.

Obesitas kehamilan juga terkait dengan risiko kelahiran prematur yang lebih besar, bayi dengan ukuran yang lebih besar dari normal, cacat pada janin, kelainan kongenital dan kematian perinatal. Selanjutnya, tingkat inisiasi menyusui juga lebih rendah dan ada risiko yang lebih besar dari terhentinya menyusui lebih awal pada wanita dengan obesitas dibandingkan dengan wanita yang memiliki berat badan yang sehat.

Para peneliti juga menemukan bahwa obesitas kehamilan adalah faktor paling signifikan yang menyebabkan obesitas pada anak-anak mereka dan ditambah dengan kenaikan berat badan yang berlebihan pada kehamilan, juga menghasilkan obesitas jangka panjang bagi wanita.

Profesor Cecily Begley, penulis studi dan Ketua Nursing and Midwifery School of Nursing and Midwifery, Trinity, mengatakan : “Pada 1 dari 5 wanita hamil di Irlandia menderita obesitas, masalah kesehatan serius yang saat ini tidak diatasi dengan baik dan dapat memiliki implikasi yang signifikan bagi mereka dan bayi mereka. Namun, penting untuk tidak menstigmatisasi perempuan karena berat badan mereka. Kita perlu memberikan pendidikan kesehatan pra-konseptual, melalui program subsidi nasional, untuk mendukung dan mendorong perempuan dengan BMI tinggi untuk menurunkan berat badan sebelum mereka hamil. Hal ini akan bermanfaat bagi mereka dan bayi mereka.”

Agar mendapatkan wawasan yang komprehensif pada semua risiko yang terkait dengan obesitas pada ibu hamil, para peneliti menghasilkan gambaran yang sistematis dari 22 ulasan sistematis, yang dihasilkan dari 573 penelitian yang membandingkan hasil antara ibu hamil dengan obesitas dan ibu hamil dengan berat badan yang sehat. Ulasan ini menghasilkan kajian mendalam dan risiko yang benar-benar terkait dengan obesitas selama kehamilan, bagi ibu dan bayinya, termasuk kesehatan fisik dan mental.

Studi ini disambut dengan baik oleh Profesor Michael Turner, Clinical Lead for the National Clinical Programme in Obstetrics and Gynaecology di Irlandia, yang juga memiliki minat di bidang ini. “Penelitian kami sendiri di Irlandia telah menunjukkan hasil yang sama. Komplikasi potensial dari obesitas selama kehamilan dapat menyebabkan durasi yang lebih lama untuk tinggal di rumah sakit dan biaya yang lebih besar. Mengingat tingginya proporsi wanita hamil dengan obesitas, sangat penting untuk berinvestasi di dalam mendukung penurunan berat badan untuk wanita ini, sehingga mengurangi risiko bagi ibu dan bayi,” katanya.

Referensi :

J. Marchi, M. Berg, A. Dencker, E. K. Olander, C. Begley. Risks associated with obesity in pregnancy, for the mother and baby: a systematic review of reviews. Obesity Reviews, 2015; DOI: 10.1111/obr.12288.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here