H.M.Kholili
H.M.Kholili. (Credit: ugm.ac.id)

Bhataramedia.com – Kegiatan kemasyarakatan, terutama dalam menjaga keberagamaan di dalam masyarakat merupakan tugas bersama yang perlu dipahami. Agar keberagaman yang selama ini tumbuh di tengah-tengah masyarakat menjadi warna tersendiri, bukan menjadi bahan perpecahan.

Hal ini menjadi perhatian tersendiri oleh Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Sleman, yang saat ini tengah memberikan banyak kontribusi pesan-pesan dakwah di tengah-tengah masyarakat lokal, khususnya di daerah Sleman, Yogyakarta.

Menurut H. M. Kholili dalam acara ujian terbuka program doktor Ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Sekolah Pascasarjana UGM hari ini (3/6/2015) menuturkan, “Strategi dakwah yang diarahkan untuk mewujudkan jamaah dakwah penerangan dan dakwah penyuluhan sebagai satu kesatuan juga belum dapat diprogramkan.” Katanya seperti yang dilansir dari situs UGM.

Ia menilai bahwa Seksi Bimas Islam belum intensif membuat strategi dakwah secara komprehensif untuk mewujudkan jamaah yang agamis dan sejahtera.

Kholili yang saat ini masih menjabat sebagai tenaga dosen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga tersebut juga mempertahankan disertasinya berjudul “Dakwah Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Bimas Islam dalam Membangun Umat di Kabupaten Sleman”.

Penelitiannya dilakukan melalui survei terhadap 303 jamaah Kelompok Binaan dari 29 orang Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kementerian Agama di 17 kecamatan Kabupaten Sleman.

Dalam hasil penelitiannya tersebut, Kholili mengungkapkan bahwa pelaksanaan dakwah oleh para PAIF, sebagai kepanjangan tangan Seksi Bimas Islam, selama ini lebih banyak dilakukan dengan dakwah penerangan daripada dakwah penyuluhan.
Sementara itu, dakwah yang mengarah pada upaya peningkatan kesejahteraan jamaah yang dilakukan PAIF baru berupa pesan-pesan dakwah yang bersifat penunjang.

“Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa memahami sosial budaya dan kemampuan berkomunikasi lebih besar kontribusinya bagi dai dibandingkan kemampuan pengetahuannya,” tuturnya.

Menurut dia, seorang dai haruslah memiliki karakter, seperti:

a. Menjadi orang yang mampu memahami sosial budaya jamaahnya agar dia dapat berkomunikasi dengan baik sehingga dia menjadi orang yang punya pengetahuan banyak dan mendalam tentang pesan dan jamaahnya.
b. Perlunya dilakukan sertifikasi bagi para Petugas Penerangan Agama dan Penyuluh Agama Islam Fungsional oleh Dirjen Bismas Islam.
c. Terkahir, perlunya dibentuk lembaga dan petugas pengawas bagi terselenggaranya dakwah penerangan dan dakwah penyuluhan secara efektif dan terukur di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan.
Sehingga kata Kholili, Peran PAIF di lingkungan daerah di Indonesia menjadi lebih terarah dan lebih maksimal dalam menjalankan fungsinya sebagai penyuluh agama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here