otot
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Apa yang menyebabkan kita kehilangan kekuatan otot seiring penuaan dan bagaimana olahraga dapat mencegah hal itu terjadi tidak pernah benar-benar dipahami. Namun, para peneliti di McMaster University telah menemukan protein kunci yang diperlukan untuk mempertahankan massa otot dan kekuatan otot selama penuaan.

Obat baru maupun yang sudah ada, yang bekerja menargetkan protein tersebut, dapat berpotensi digunakan untuk mempertahankan fungsi otot selama penuaan.

“Kami menemukan bahwa AMP-activated protein kinase (AMPK), sangat penting untuk memperlambat pembuangan otot selama penuaan,” kata Gregory Steinberg, penulis senior studi dan profesor kedokteran di Michael G. DeGroote School of Medicine. Dia juga merapakan wakil direktur MAC-Obesitas, Metabolism and Childhood Obesity Research Program di McMaster.

“Tikus yang kekurangan AMPK di otonya, mengembangkan kelemahan otot yang jauh lebih besar daripada yang terlihat pada tikus normal dengan usia yang sama,” kata Steinberg.

Penelitian ini dipublikasikan di Cell Metabolism dan melibatkan anggota dari tim peneliti MAC-Obesity. Penulis utama penelitian adalah Adam Bujak, seorang mahasiswa Ph.D. Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran, McMaster.

“Telah diketahui bahwa aktivitas AMPK di otot semakin menurun seiring penuaan pada manusia, jadi ini kemungkinan merupakan penyebab penting dari hilangnya otot selama penuaan,” kata Steinberg. Penelitian sebelumnya oleh tim Steinberg telah menunjukkan bahwa enzim ini dapat diaktifkan dengan olahraga, serta obat yang biasa digunakan untuk mengaktifkannya, termasuk metformin dan salisilat (bahan aktif di dalam Aspirin).

Meskipun penting untuk menjaga fungsi dan kekuatan otot seiring kita bertambah usia, saat ini belum ada pengobatan selain olahraga. Pada populasi yang menua, pengecilan otot yang berkaitan dengan usia dan kehilangan kekuatan otot adalah masalah yang memperpendek kehidupan dan menciptakan beban keuangan yang signifikan pada sistem perawatan kesehatan Kanada.

“Kami tahu kami dapat menghidupkan jalur AMPK dengan latihan intens dan menggunakan obat yang umum digunakan untuk diabetes tipe 2,” kata Steinberg.

“Dengan mengetahui bahwa AMPK sangat penting untuk menjaga massa otot selama penuaan, kita sekarang dapat mencoba untuk mengadaptasi bentuk latihan dan obat yang ada untuk mengaktifkan AMPK di otot secara lebih efektif. Pengembangan aktivator selektif baru dari jalur AMPK di otot kemungkinan juga efektif untuk mencegah hilangnya otot selama penuaan,” saran Steinberg, seperti dilansir McMaster University (02/06/2015).

Referensi :

Adam L. Bujak, Justin D. Crane, James S. Lally, Rebecca J. Ford, Sally J. Kang, Irena A. Rebalka, Alex E. Green, Bruce E. Kemp, Thomas J. Hawke, Jonathan D. Schertzer, Gregory R. Steinberg. AMPK Activation of Muscle Autophagy Prevents Fasting-Induced Hypoglycemia and Myopathy during Aging. Cell Metabolism, 2015; 21 (6): 883 DOI: 10.1016/j.cmet.2015.05.016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here