galau, sedih, kecewa, gundah gulana, murung
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Banyak dari mereka yang tengah berusia matang masih saja belum menikah, bahkan dari mereka yang telah berkepala tiga masih saja belum memiliki anak. Lantaran mereka masih saja ragu, takut, untuk memulai kehidupan baru dengan menikah.

Ada beberapa hal yang membuat kita belum laku, baik wanita atau pun pria bisa saja mengalami hal yang sama. Ada empat hal yang membuat kita masih dikesampingkan, oleh calon pendamping hidup kita, baik wanita atau pun pria simak baik-baik penyebabnya berikut ini:

Masih belum bisa mencari uang sendiri

Dalam menjalani kehidupan, khususnya mereka yang telah memiliki keluarga, umumnya akan selalu menghadapi problem ekonomi. Terutama masalah menghidupi keluarga. Bagaimana mungkin seorang pria akan bisa menyakinkan calon mertuanya, apabila masih belum bisa mencari uang sendiri, misal dengan kerja atau berwirausaha.

Pada dasarnya para orang tua akan menilai diri kita yang paling utama bukan dari bentuk gantengnya seorang pria, namun dinilai dari segi mampukah seorang pria dapat bertanggung jawab untuk menghidupi keluarganya.

Seorang pria yang belum bisa menghidupi dirinya sendiri, akan dikesampingkan oleh calon mertuanya. Karena dianggap masih belum berpikir dewasa. Pria yang masih pengangguran pun masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat, apa lagi dengan calon mertua Anda.

Belum bisa berdandan

Bagi seorang wanita, ini sangat penting. Karena wanita yang mampu merawat dirinya sendiri, akan dianggap telah matang dan siap dalam hidup berumah tangga. Terutama, dalam hal mempercantik diri, dari mulai berdandan, bertutur kata, berpenampilan, hingga merawat tubuh. Karena pada umumnya, seorang istri akan menjaga anak-anak dari seorang suami, maka jangan heran mengapa pria menyukai wanita yang cantik, karena pria umumnya menganggap wanita yang cantik sudah bisa merawat dirinya sendiri dan dianggap akan mampu merawat anak-anaknya.

Tidak berani untuk memulai hubungan serius

Dalam kehidupan, waktu akan terus berputar. Masa-masa pacaran saat masih duduk di bangku pelajar dan perkuliahan akan segera terlewati, namun masih saja belum berpikir serius untuk memulai hubungan serius dan membicarakannya dengan orang tua. Hubungan yang dirintis sejak masa pelajar dan perkuliahan dianggapnya sebagai “iseng” dan “main-main” saja, maka hal inilah yang seringkali menjadi hambatan untuk kita untuk memulai kehidupan yang baru.

Masih fokus mengejar karir

Dalam hidup, bolehlah kita untuk mengejar karir setinggi langit. Namun jangan salah, usia membatasi kita hidup di dunia. Mereka yang terlalu fokus mengejar karir, akan menyisakan usia tua untuk mengurusi anak-anak. Padahal menikah dalam usia muda, adalah waktu yang tepat untuk membina keluarga.

Hal ini yang belum disadari oleh para eksekutif muda saat ini. Mereka menganggap, bahwa mencari karir yang tinggi akan memudahkan dalam mengurus keluarga mereka. Padahal dengan semakin menunda pernikahan, akan membuat lebih sulit dalam membina dan mendidik anak-anak, karena terbentur karena usia kita yang telah menua.

Jadi, sebenarnya istilah perawan tua dan perjaka tua yang tak kunjung menikah sebenarnya terjadi karena dirinya sendiri yang masih belum mau berpikir dan bertindak dewasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here