menikah
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Umumnya bagi mereka yang telah lama pacaran dan ingin segera menikah, masih dirundung rasa malu bagaimana agar menyampaikan kepada orang tua. Baik pria atau pun wanita pasti akan merasakan hal yang sama, dan bagaimana agar bisa direstui oleh orang tua.

Baik pria atau pun wanita seringkali yang ingin menikah masih dirundung malu, dan sungkan, bagaimana untuk memulai pembicaraan tersebut. Maka dari itulah simak tips berikut ini agar rasa malu untuk meminta nikah atau lepas dari orang tua kita.

Tunjukkan kita mampu

Langkah pertama untuk memberi kode bahwa kita siap menikah adalah dengan menunjukkan gaji yang mampu kita dapatkan dalam sebulan.

Tunjukkan struk gaji yang kita miliki kepada orang tua kita, dan tunjukkan pula bahwa kita mampu berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan.

Langkah ini untuk meyakinkan orang tua kita, agar kita siap menjadi orang tua yang lebih mapan dari orang tua kita. Setidaknya ada harapan, bahwa dengan hidup dengan calon pendamping kita akan lebih bahagia, tanpa membebani orang tua kita.

Tunjukkan kita siap menikah

Ada hal yang membuat orang tua kita ragu, jika anaknya ingin meminta menikah dengan orang pilihan hatinya. Terutama masalah finansial, dan masalah kasih sayang. Ada saja seorang ayah yang masih meragukan anak perempuannya jika menikah dengan pria pilihannya.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah pria tersebut akan memberikan kasih-sayangnya yang sebaik ayah berikan pada puterinya. Karena, sebagai orang tua (ayah) akan mengkhawatirkan anak perempuannya jika ia telah menikah, apakah suaminya akan menjaganya dengan baik.

Sehingga bagi pria yang akan menikahi seorang puteri, perlu diperhatikan bahwa seorang ayah akan menilai calon menantunya bukan hanya pria yang siap memberikan materi untuk kehidupan rumah tangga, tetapi juga kasih sayangnya.

Jadi, selama berhubungan, jangan sampai membuat wanita menangis, apalagi jika ketahuan oleh ayahnya, bisa-bisa kita diblacklist dari daftar calon menantunya.

Mulai terbuka pada orang tua

Sebenarnya, orang tua sudah memikirkan jauh-jauh, bahwa anaknya yang telah menginjak usia di atas 23 tahun akan siap untuk menikah. Namun seringkali anaknya yang telah berusia 24 tahun lebih masih saja malu-malu untuk mengutarakan niat baiknya tersebut. Maka dari itulah, bersikaplah terbuka pada orang tua, terutama pada jam sesi-sesi makan bersama dengan orang tua. Utarakan saja, kapan usia kita siap menikah, seperti pada usia 25 tahun, 26 tahun, atau 27 tahun. Agar, orang tua kita pun tidak kaget apabila mendadak kita ingin segera menikah.

Ajak sesekali, calon mempelai kita ke rumah dalam sesi-sesi resmi seperti acara ulang tahun, syukuran, atau mudik lebaran bersama dengan mengajak silaturahmi.

Katakan kita punya tujuan hidup

Baik pria atau wanita, di dalam mengarungi kehidupan haruslah memiliki tujuan dan target dalam hidup. Hal ini dimaksudkan agar orang tua kita mengerti apa yang sedang kita tuju, memiliki arah yang jelas, terutama target yang jelas yang ingin kita tempuh.

Nah itulah empat tips bagaimana agar kita menghilangkan rasa malu, dan meyakinkan diri untuk memulai hidup baru dengan pasangan kita. Sehingga orang tua kita merestui, selamat mencoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here