anak-anak, laki-laki, belajar
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Pada dewasa saat ini banyak anak sekolah yang enggan untuk belajar. Mulai dari sibuk dengan gadget barunya, sibuk menonton televisi, sibuk bermain, dan sibuk dengan aktivitas yang jauh dari belajar.

Sebenarnya di masa kanak-kanak, adalah masa yang paling optimal dalam membentuk karakter seseorang. Ibarat sebuah gelas, anak-anak bagaikan gelas kosong yang dapat menyimpan air, dengan baik. Jika air yang disimpan dalam gelas berwarna bening, maka beninglah air gelas tersebut.

Namun, jika yang diisi gelas tersebut adalah air keruh, maka keruhlah air di dalam gelas tersebut.

Maka dari itulah, sebagai orang tua musti paham bagaimana mendidik anak agar mau belajar, simak empat tips berikut ini:

Jadilah contoh yang baik buat anak

Orang tua merupakan panutan dari anaknya, oleh karena itu kita harus memberikan contoh terbaik agar ditiru oleh anak. Ibarat sebuah pohon, maka anak adalah ibarat buah yang jatuh dari pohonnya. Jatuhnya buah tidak akan jauh dari pohonnya, dan bakal tumbuh besar mengikuti bentuk pohon dari induknya.

Maka dari itulah, jika ayahnya hobi membaca buku, maka anaknya niscaya hobi membaca buku. Jika orang tuanya hobi menonton televisi, maka niscaya anaknya akan hobi menonton televisi.

Fasilitasi anak dalam belajar

Sebagai orang tua, memfasilitasi anak dalam belajar adalah hal yang wajib. Fasilitasilah anak dalam belajar, buat anak semakin bersemangat dalam belajar dengan memberikan reward, agar membantu meningkatkan mereka dalam aktif belajar.

Reward dari orang tua akan memberikan stimulus yang baik bagi orientasi belajar mereka. Seperti menghadiahkan mereka dengan mainan baru, game baru, atau dengan tambahan uang jajan.

Membuat jadwal belajar

Biasanya, anak cenderung untuk melakukan sesuatu yang pasti. Buatlah jadwal belajar secara rutin, anak akan mengerti bahwa jam yang ditentukan tersebut merupakan waktunya untuk belajar dan berikan perhatian penuh.

Lebih utama lagi apabila orang tua ikut mendampingi anaknya dalam belajar. Ini akan membuat perasaan tenang pada anak, bahwa orang tua mereka selalu support, mendampingi dan ikut meningkatkan percaya diri pada anak.

Berikan perhatian penuh pada anak saat ia mengerjakan tugas yang diberikan dari guru di sekolah.

Kenali daya konsentrasi anak

Setiap anak memiliki daya konsentrasi yang berbeda-beda. Coba amati anak Anda, apakah ia tipe anak yang dapat berkonsentrasi selama 2 jam penuh atau hanya 30 menit. Apabila anak Anda merupakan tipe daya konsentrasi pendek, berikan istirahat sejenak disela-sela waktu belajar atau diselingi dengan permainan. Sehingga dalam belajar, anak tidak cepat bosan.

Itulah beberapa cara agar anak senantiasa senang dalam belajar, belajar tidak lagi menjadi momok yang menakutkan, justru akan menyenangkan bagi anak-anak kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here