Bhataramedia.com – Menurut studi baru yang dipimpin oleh King College London, bertentangan dengan apa yang diperkirakan sebelumnya, sel T (sel kekebalan) pada bayi baru lahir kemungkinan memiliki kemampuan untuk memicu respon inflamasi terhadap bakteri. Meskipun sistem kekebalan tubuh mereka bekerja sangat berbeda dengan orang dewasa, bayi kemungkinan masih dapat membentuk pertahanan kekebalan yang kuat. Penelitian tersebut diterbitkan di jurnal Nature Medicine.

Sistem kekebalan tubuh kita terdiri dari beberapa jenis sel kekebalan, yaitu :

  1. Neutrofil, yang memainkan peran penting di dalam pertahanan garis depan terhadap infeksi.
  2. Limfosit, sel B yang memproduksi antibodi.
  3. Sel T, yang menargetkan sel yang terinfeksi dengan virus dan mikroba.

Sampai sekarang, pada umumnya para peneliti percaya bahwa bayi memiliki sistem kekebalan yang belum matang, sehingga tidak dapat memicu respon inflamasi yang biasanya terlihat pada orang dewasa. Meskipun bayi perlu untuk melindungi diri dari patogen berbahaya sejak lahir, sebelumnya diduga bahwa sel T pada bayi ditekan sampai batas tertentu untuk mencegah kerusakan inflamasi pada anak yang sedang berkembang. Skeptis mengenai gagasan ini, studi baru tersebut mencoba untuk mengkarakterisasi sifat sel T dan memeriksa sampel darah yang sangat kecil dari dua puluh delapan bayi yang sangat prematur, seiring perkembangan mereka selama beberapa minggu pertama kehidupan.

Seperti dilansir King’s College London (21/9/2014), tim peneliti menemukan bahwa meskipun sel T pada bayi baru lahir sebagian besar berbeda dengan sel T orang dewasa, hal ini terjadi bukan karena sel T menglami imunosupresi. Sebaliknya, sel T memproduksi molekul antibakteri ampuh yang dikenal sebagai IL8 yang sebelumnya tidak dianggap sebagai produk utama sel T dan mengaktifkan neutrofil untuk menyerang “penyerbu” asing di dalam tubuh.

“Kami menemukan bahwa bayi memiliki mekanisme pertahanan antibakteri yang bekerja secara berbeda dengan orang dewasa, namun demikian mekanisme tersebut juga efektif di dalam melindungi mereka. Mekanisme ini juga dapat menjadi mekanisme yang bayi gunakan untuk melindungi dirinya dari infeksi pada saat berada di dalam rahim ibu. Tahap berikutnya adalah untuk memahami mengapa jalur yang menghasilkan sel-sel kekebalan bayi yang baru lahir sangat berbeda dengan orang dewasa,” kata Dr. Deena GibbonsDeena Gibbons, dari Departemen Immunobiology di King College London dan penulis utama studi tersebut.

Aktivitas sel T tersebut dapat menjadi target untuk perawatan masa depan yang bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh neonatus di dalam perawatan intensif, dimana infeksi merupakan risiko utama untuk morbiditas dan mortalitas. Bayi prematur juga berisiko serius mengembangkan penyakit inflamasi seperti necrotising enterocolitis (NEC), dimana peradangan parah menghancurkan jaringan di dalam usus. NEC adalah bedah gastrointestinal darurat yang paling umum pada bayi prematur, dengan tingkat kematian sekitar 15 sampai 30 persen di Inggris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here