Bhataramedia.com – Para peneliti telah menemukan bahwa protein “antibeku” yang secara alami diproduksi di dalam tubuh banyak ikan Antartika juga memiliki efek samping yang tak terduga. Menurut studi baru, properti anti pembekuan tersebut membuat ikan di Antartika lebih sulit untuk mencair di dalam air hangat.

Paul Cziko dari University of Illinois yang memimpin studi tersebut, menyebutkan bahwa sisi antileleh dari protein tersebut merupakan “konsekuensi yang tidak diinginkan dari evolusi.”

“Apa yang kami temukan adalah bahwa protein antibeku juga menghentikan kristal es internal di dalam ikan notothenioid Antartika mencair. Artinya, protein tersebut juga merupakan protein antileleh,” ,” jelas Paul Cziko, seperti dilansir University of Illinois at Urbana-Champaign (22/9/2014).

Menurut penelitian yang baru-baru diterbitkan di jurnal Prosiding National Academy of Sciences tersebut, lima keluarga ikan notothenioid menghuni Samudra Selatan, laut dingin yang mengelilingi Antartika. Jenis ikan tersebut sangat lazim di sana, ikan teersebut membentuk 90 persen dari seluruh biomassa ikan di wilayah tersebut hanya karena resistensi terhadap beku yang luar biasa. Hal ini memungkinkan ikan notothenioid untuk hidup pada lingkungan dimana sebagian besar ikan akan berubah menjadi es di dalam hitungan menit.

Menurut penelitian sebelumnya, protein khusus di dalam ikan notothenioid mengikat kristal es di dalam darah, sehingga mencegah ikan tersebut menjadi beku. Namun, sebagai konsekuensinya, kristal es tersebut tetap berada di dalam aliran darah, bahkan ketika ikan memasuki perairan hangat, sehingga menyebabkan ikan berada di luar titik leleh alaminya.

“Penemuan kami kemungkinan merupakan contoh pertama dari fenomena tersebut di alam,” tambah rekan penulis, Chi-Hing Cheng.

Setelah pelacakan ikan dan merekam temperatur selama 11 tahun, para peneliti mengatakan bahwa di dalam pembuluh darahn ikan tersebut tidak sekalipun benar-benar terbebas dari es, bahkan ketika berada di dalam air hangat dan nyaman. Namun entah bagaimana, meskipun terus-menerus mengakumulasi es setiap musim dingin, ikan ini hidup.

“Oleh karena banyak es yang menumpuk di dalam limpa ikan, kami pikir kemungkinan ada mekanisme untuk membersihkan es dari sirkulasi tubuh.Penelitian ini juga memberitahu kita sesuatu mengenai evolusi. Artinya, adaptasi adalah kisah pertukaran dan kompromi. Setiap inovasi evolusi yang baik kemungkinan datang dengan beberapa efek buruk yang tidak diinginkan,” jelas Cziko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here