diet, protein, karbohidrat
Solon-Biet et al. menemukan bahwa diet rendah protein, tinggi karbohidrat meningkatkan kadar insulin, glukosa, lipid dan HOMA. Diet RPTK di bawah kondisi tersedianya makanan menghasilkan manfaat metabolik dari pembatasan kalori tanpa pengurangan 40 persen di dalam total asupan kalori.(Credit: Solon-Biet et al./Cell Reports 2015)

Bhataramedia.com – Mengurangi kalori melalui pembatasan diet telah terbukti dapat menurunkan kolesterol, meningkatkan sensitivitas insulin dan bahkan memperpanjang hidup pada mamalia. Saat ini, penelitian baru menunjukkan bahwa setidaknya pada tikus, diet  rendah protein, tinggi karbohidrat dapat memberikan manfaat yang sama dengan yang diperoleh melalui pembatasan kalori. Penelitian ini diterbitkan tanggal 28 Mei di Cell Reports.

“Kami telah menunjukkan bahwa jika dibandingkan secara langsung, tikus mendapatkan manfaat yang sama dari diet rendah protein, tinggi karbohidrat sebesar 40% diet pembatasan kalori,” kata penulis senior, Stephen Simpson, Direktur Akademik University of Sydney’s Charles Perkins Centre.

“Tidak ada yang dapat mempertahankan pengurangan kalori sebesar 40% di dalam jangka panjang. Hal ini dapat berisiko untuk hilangnya massa tulang, libido dan kesuburan,” lanjut Simpson, seperti dilansir Cell Press (28/05/2015).

Para peneliti membandingkan tiga diet selama 8 minggu, yang bervariasi di dalam rasio protein dan karbohidrat, pada kondisi di mana makanan dibatasi atau makanan tersedia setiap saat. Dari ketiga diet, diet rendah protein, tinggi karbohidrat (RPTK) yang ditawarkan ketika makanan selalu tersedia, memberikan manfaat yang sama seperti pembatasan kalori di dalam hal insulin, gula darah dan kadar kolesterol, meskipun terjadi peningkatan asupan makanan.

Meskipun tikus dengan diet RPTK makan lebih banyak ketika makanan selalu tersedia, metabolisme mereka lebih tinggi dari tikus pada diet kalori terbatas. Selain itu, tikus-tikus tersebut tidak bertambah berat badannya. Pembatasan kalori tidak memberikan manfaat tambahan untuk tikus yang diberi diet RPTK.

Penelitian tambahan diperlukan untuk menentukan bagaimana diet rendah protein, tinggi karbohidrat mempengaruhi kesehatan metabolisme jangka panjang dan kelangsungan hidup. Serta, sejauh mana pentingnya jenis dan kualitas protein dan karbohidrat.

“Langkah penting yang akan dilakukan berikutnya adalah untuk menentukan dengan tepat bagaimana asam amino tertentu (blok bangunan protein), memberikan kontribusi untuk rentang kesehatan secara keseluruhan dan umur,” kata penulis penelitian, Samantha Solon-Biet, dari Charles Perkins Centre.

Jika hasil studi ini berlaku untuk manusia, menyesuaikan asupan protein dan karbohidrat dapat menyebabkan penuaan yang lebih sehat dengan cara yang lebih realistis, daripada secara drastis mengurangi kalori.

“Memang benar bahwa mengurangi asupan makanan dan berat badan meningkatkan kesehatan metabolisme dan mengurangi risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, obesitas dan penyakit hati berlemak,” kata Simpson.

“Namun, menurut data dari penelitian ini dan penelitian pada manusia yang mulai muncul, tampak bahwa asupan sedang dari protein berkualitas tinggi dan banyak karbohidrat yang sehat di dalam diet, akan bermanfaat bagi kesehatan seiring bertambahnya usia kita,” pungkas Simpson.

Referensi :

Solon-Biet et al. Dietary protein to carbohydrate ratio and caloric restriction: comparing metabolic outcomes in mice. Cell Reports, May 2015 DOI: 10.1016/j.celrep.2015.05.007.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here