aktivitas otak, MRI
(Kiri atas) MFG a. 20 – 29 tahun (kanan atas) MFG b. 30 – 39 tahun (Kiri bawah) MFG c. 40 – 49 tahun (Kanan bawah) MFG d. 50 – 50 tahun.(Credit: Copyright Universiti Kebangsaan Malaysia)

Bhataramedia.com – Penuaan normal mempengaruhi kemampuan kita untuk melaksanakan tugas-tugas kognitif yang kompleks. Namun, bagaimana sebenarnya fungsi otak kita berubah selama proses ini sebagian besar tidak diketahui. Saat ini, para peneliti di Malaysia telah menunjukkan bahwa penuaan mengubah pola aktivitas di daerah otak tertentu yang terlibat di dalam memori dan kognisi.

Dipimpin oleh Hanani Abdul Manan dari Universiti Kebangsaan Malaysia, studi ini difokuskan pada daerah otak yang digunakan untuk melaksanakan dua proses kognitif yang kompleks, yaitu citra mental visual, yang memungkinkan kita untuk membentuk gambar di dalam pikiran kita dan memori kerja, kemampuan untuk menyimpan informasi sementara di depan pikiran kita.

Para peneliti menguji fungsi-fungsi kognitif serta aktivitas otak yang mendasari dua proses tersebut pada 54 pria Malaysia berusia 20 sampai 65 tahun. Para peserta dibagi menjadi empat kategori usia dan diminta untuk melakukan tugas berulang secara mundur. Mereka pertama kali mendengar lima kata yang akrab dan kemudian diminta untuk memvisualisasikan dan mengatur ulang kata-kata di dalam pikiran mereka, sebelum mengulangi kata-kata tersebut dengan suara keras dengan urutan terbalik. Kinerja mereka dinilai dengan akurasi pengulangan. Aktivitas otak yang diukur diukur menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI).

Dilansir ResearchSEA  (28/05/2015), para peneliti menemukan bahwa kinerja peserta menurun dengan bertambahnya usia dan penurunan ini disertai dengan perbedaan aktivitas otak di antara kelompok usia. Semua kelompok usia menggunakan wilayah otak yang sama untuk melakukan tugas tersebut, tetapi pola aktivasinya berbeda. Seiring bertambahnya usia, aktivitas menurun di dua daerah frontal otak (inferior frontal gyrus (IFG) dan middle frontal gyrus (MFG)) yang terlibat di dalam kognisi kompleks. Sebaliknya, aktivitas yang meningkat seiring usia terjadi di dua daerah otak lainnya (otak kecil dan precuneus) yang membentuk hubungan yang kuat dengan daerah-daerah frontal otak.

Alasan untuk pola yang berbeda dari aktivitas otak tidak jelas, tetapi penurunan kinerja tugas dengan usia menunjukkan bahwa aktivitas rendah di daerah frontal otak merusak kinerja kognitif, sedangkan aktivitas yang lebih tinggi di daerah lain kemungkinan mewakili mekanisme kompensasi.

Para peneliti mengatakan penelitian yang akan mereka lakukan selanjutnya akan diarahkan untuk mengevaluasi dampak dari berbagai tugas kognitif pada otak yang menua. Secara khusus, mereka akan fokus pada tugas-tugas yang melibatkan pengolahan memori dan memahami bagaimana proses ini dipengaruhi oleh manipulasi eksperimental. Tim peneliti  berharap penelitiannya akan mengarah pada pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana otak bekerja dan bagaimana penuaan mempengaruhi fungsi otak normal.

Pada rangkaian gambar di atas, aktivitas saraf di wilayah middle frontal gyrus (MFG) menurun seiring dengan usia. Hal ini kemungkinan karena reorganisasi terkait usia dari fungsi otak. (Catatan : bintik-bintik putih menunjukkan intensitas tertinggi dari aktivasi otak, sementara bintik-bintik merah menunjukan intensitas terendah.