dian pelangi
Dian Pelangi.

Bhataramedia.com – Dian Wahyu Utami atau Dian Pelangi  lahir di Palembang 14 Januari 1991, istri dari Tito Prasetyo ini adalah designer muslimah Indonesia yang mempelopori kebangkitan fashion muslimah Indonesia menjadi lebih trendy dan masa kini. Melalui karyanya yang mengangkat kain khas Indonesia seperti songket, motif Tie Dye atau jumputan dan batik menjadi busana muslimah yang tak kalah dengan busana-busana dari perancang terkenal dunia.  Namanya kini sejajar dengan designer kondang Indonesia yang lebih dulu menapaki dunia fashion.

Melalui wawancara dengan CNN pada 2010, nama Dian Pelangi terus meroket dan menjadi “trendsetter” mode muslimah di Indonesia. Tidak hanya itu, seabrek penghargaan dan kesempatan-kesempatan mengikuti  fashion dunia  telah ia rasakan. Karyanya telah dipamerkan di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Kairo, Pakistan, Amman, Praha, Budapest, London, Melbourne dan Prancis. Februari 2015 menjadi salah satu ajang kebanggaan Dian Pelangi yaitu kesempatan memamerkan karyanya  di New York Fashion Week di The Crowne Plaza Times Square Manhattan bersama Barly Asmara dan Zaskia Sungkar.  Cita-citanya adalah mempopulerkan busana muslimah di Negri Paman Sam lebih lanjut Dian ingin menghapus image “Islam itu teroris” melalui karya-karyanya.  Tidak hanya prestasi di bidang mode, alumnus ESMOD ini juga menjadi Brand Ambasador untuk beberapa produk kenamaan seperti produk kecantikan Wardah Cosmetics, perhiasan dan jam tangan Charriol Indonesia dan handphone OPPO Smartphone.

Kesuksesan Dian saat ini tak lepas dari peran orang tua. Dian dipersiapkan sebagai penerus usaha keluarga dengan brand Dian Pelangi membuat Dian benar-benar dilatih menjadi seorang fashion designer yang pandai melihat peluang dan mampu bersosialisasi dengan berbagai kalangan namun tetap rendah diri. Melihat Dian kecil yang pandai menggambar, menjahit baju boneka sendiri dan kemampuan mengeksplorasi gaya berpakaiannya membuat orang tua Dian kala itu mengarahkan minat dan bakat putrinya tersebut. Jadilah Dian sekarang yang telah terbang tinggi ke cakrawala membawa identitasnya sebagai muslimah melalui fashion muslimah Indonesia namun tetap membumi, tetap ingat bahwa Dian yang sekarang ada bukan berasal dari kerja kerasnya sendiri namun dari ridho dan doa orang tua.

Januari 2011 menjadi hari sakral di dalam hidup Dian Pelangi. Tito Haris Prasetyo yang berbeda umur 11 tahun dengan Dian, meminang Dian untuk menjadi istrinya setelah menunggu dua tahun. Menikah di usia yang masih muda yaitu 20 tahun menjadi keputusan yang penuh pertimbangan.  Keputusan tersebut dimudahkan dengan meyakinkan pasangan, dukungan orangtua dan proses panjang dalam berserah, berpikir dan perkenalan dengan pasangan secara terbuka. Dian mampu menunjukan bahwa menikah muda bukan menjadi penghalang wanita muda untuk terus berkarir dan mewujudkan mimpi-mimpi, justru dengan menikah menurut Dian ia menjadi merasa lebih bebas.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here