Bhataramedia.com – Mendapatkan beasiswa ke luar negeri tentu mimpi besar hampir setiap pelajar tanah air. Bagaimana tidak? Selain prestise yang besar dan kesempatan untuk membuat perusahaan-perusahaan tergiur, kuliah di luar negeri juga menjanjikan ilmu dan pengalaman yang luar biasa. Mencicipi pendidikan ala negara maju juga menjadi daya tarik tersendiri.

Saat ini sudah banyak sekali lembaga-lembaga yang menyediakan beasiswa kuliah ke luar negeri, beberapa di antaranya bahkan dengan pembiayaan penuh (gratis kuliah, gratis tempat tinggal, gratis makan, dapat transport). Pertanyaannya, bagaimana untuk mendapatkan beasiswa super bergengsi tersebut?

Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat kita coba jika ingin mendaftarkan diri mengikuti beasiswa luar negeri.

Prestasi akademik

Ini menjadi hal wajib yang dipertimbangkan oleh pemberi beasiswa di manapun juga. Nilai di atas kertas memang bukan segalanya, namun setidaknya hal ini berguna untuk meyakinkan pemberi beasiswa bahwa kita memang memiliki kualitas pendidikan. Beberapa pemberi beasiswa bahkan mensyaratkan pernah menjuarai Olimpiade atau kejuaraan pendidikan tertentu.

Aktif di organisasi dan sosial

Pintar saja tidak cukup. Selain bagus di akademik, kita juga harus aktif di organisasi dan sosial masyarakat. Tidak perlu muluk-muluk dengan menjadi pengurus partai politik, cukup dengan kelompok kegiatan mahasiswa atau komunitas-komunitas penyalur bakat. Aktif di Karang Taruna, remaja masjid atau gereja, atau menjadi relawan juga memiliki nilai tambah tersendiri.

Kemampuan bahasa asing

Siapa yang mau memberi kita beasiswa ke Amerika jika tidak bisa bahasa Inggris? Maka, sebelum mendaftar beasiswa, pastikan kita menguasai asing minimal bahasa Inggris. Beberapa pemberi beasiswa bahkan mencantumkan nilai TOEFL yang cukup tinggi sebagai persyaratan.

Menulis CV dan motivation letter

Dua berkas tersebut biasanya menjadi persyaratan mendaftar beasiswa. Seperti apa diri kita dan mengapa kita yang layak diberi beasiswa tersebut. Sebaiknya buat curriculum vitae yang informatif, memberi penjelasan tentang diri kita dengan singkat dan berisi. Jangan lupa tuliskan pengalaman organisasi yang kita miliki, pengalaman kerja jika ada, dan karya-karya yang relevan.

Selain CV, motivation letter juga patut diperhatikan. Surat motivasi biasanya berisi apa yang akan kita lakukan jika mendapat beasiswa tersebut. Jangan menjadi ‘egois’ dengan mengatakan ilmu dari luar negeri untuk menambah pengalaman pribadi. Sebaiknya ditulis ilmu tersebut akan digunakan untuk bisa lebih berkarya di masyarakat.

Coba terus

Tidak ada kesuksesan besar tanpa mencicipi kegagalan terlebih dahulu. Ditolak oleh pemberi beasiswa adalah hal biasa, karena dari ribuan pelamar biasanya hanya diambil beberapa puluh saja. Kalau pada kesempatan pertama belum memenuhi kualifikasi, sebaiknya tingkatkan terus kemampuan diri dan coba lagi pada kesempatan berikutnya.

Yang penting, persiapkan mental jika ingin kuliah di negeri asing, karena kultur dan budaya yang jelas berbeda dengan Indonesia. Selamat mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here