Bhataramedia.com – Rangkaian acara reuni akbar ITB kembali digelar pada tahun ini. Tak mau ketinggalan, Alumni Arsitektur ITB turut berpartisipasi dalam acara reuni akbar ITB tahun ini. Yakni dengan menyelenggarakan acara dialog yang diberi judul “Liberalisasi dan Peran Arsitek di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”. Acara dialog yang digelar pada jumat (22/05/2015) ini menghadirkan empat orang pembicara yang memiliki latar belakang yang berbeda serta ahli dibidangnya masing-masing.

Keempat pembicara tersebut adalah Sigit Soesiantomo yang merupakan Anggota DPR RI, Gunwan Tjahyono yang merupakan tenaga pengajar di Universitas Indonesia yakni sebagai dosen Arsitektur UI, Eddy Husy yang saat ini menjabat Ketua Umum di DPP Realestat Indonesia dan Adrian Kusuma yang merupakan arsitek mancanegara.

Acara dialog yang berlangsung di Aula Timur Kampus ITB Ganeca ini mendiskusikan sejumlah topik pembicaraan. Salah satunya yakni mengulas bahasan mengenai dampak Masyarakat Ekonomi Asean terhadap dunia arsitektur di Indonesia. Karenanya diperlukan peningkatan kemampuan para arsitek Indonesia supaya mampu bersaing dengan arsitek mancanegara dalam Masyarakat Ekonomi Asean mendatang.

Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan arsitek lokal adalah dengan membekali para calon arsitek lokal ini sejak perguruan tinggi. Diperlukan pula standar pendidikan arsitek bertaraf internasional. Sehingga para arsitek lokal lulusan dari perguruan tinggi negeri tidak kalah saing dengan para arsitek lulusan perguruan tinggi mancanegara.

Selain itu, Pemerintah dan pengusaha pengguna jasa arsitek harus mendukung perkembangan arsitek lokal. Misalnya dengan memakai jasa arsitek lokal atau membangun hubungan kerja sama yang solid dengan arsitek lokal. Kemudian dalam acara dialog ini dibahas pula mengenai pentingnya regulasi bagi arsitek khususnya yang mengatur masalah etika profesi arsitek.

Acara dialog ini ternyata sangat penting bagi para Alumni Arsitektur ITB. Hal ini seperti dikemukakan oleh Sarwo Handayani yang merupakan ketua Alumni Arsitektur ITB. “Acara dialog ini sangat penting. Reuni tidak hanya bersifat bersilaturahmi, tetapi alumni memiliki tujuan yang lebih besar. Kami memilih mengadakan dialog dengan tema ‘Liberalisasi, Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Masa Depan Arsitektur Indonesia’,” kata Sarwo, seperti dikutip dari halaman website resmi ITB (23/05/2015).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here