Bhataramedia.com – Tinggal di kota dengan tingkat lalu lintas kendaraan yang tinggi atau dekat dengan pabrik, dapat berarti Anda sedang hidup dengan dua sumber pencemaran lingkungan yang intens. Namun, studi yang dilakukan oleh peneliti UPV / EHU, Aitana Lertxundi, menunjukkan bahwa efek berbahaya dari materi partikel polusi PM2.5 dan nitrogen dioksida (NO2), menghilang pada bayi yang diberi ASI selama empat bulan pertama kehidupan. Menurut hasil penelitian, menyusui memainkan peran protektif terhadap dua polutan yang ada pada atmosfer ini.

Aitana Lertxundi telah melakukan penelitiannya dalam kerangka program INma (Childhood and Environment)  yang dipimpin oleh Jesús Ibarluzea dari Department of Health of the Government of the Basque Autonomous Community. Tujuannya adalah untuk menilai bagaimana paparan polusi lingkungan selama kehamilan mempengaruhi kesehatan dan juga untuk meneliti peran diet di dalam pembangunan fisik dan perkembangan saraf pada bayi. Studi yang dilakukan oleh Lertxundi memfokuskan pada dampak terhadap perkembangan motorik dan mental selama tahun-tahun pertama kehidupan yang disebabkan oleh paparan polutan PM2.5 dan NO2 yang ada di atmosfer.

Sebelumnya belum pernah ada penelitian yang mngevaluasi pengaruh partikel polusi (PM2.5) pada perkembangan kapasitas motorik dan nitrogen dioksida (NO2) pada perkembangan mental, di antara fase prenatal hingga bayi berusia 15 bulan.

“Pada tahap janin, sistem saraf pusat sedang dibentuk dan tidak memiliki mekanisme detoksifikasi yang cukup untuk menghilangkan racun,” ungkap Aitana Lertxundi , seperti dilansir University of the Basque Country (22/05/2015).

Partikel PM2.5 berukuran kurang dari 2,5 micra, dengan kata lain, pertikel ini berukuran empat kali lebih tipis dari sehelai rambut. Oleh karena berukuran sangat kecil, partikel ini dapat dengan mudah menembus tubuh. Selain itu, partikel ini juga dapata dengan mudah menyebar melalui udara dan dapat bergerak jauh dari sumber emisi awal. Komposisi dari partikel neurotoksik ini tergantung pada sumber-sumber emisi yang ada di suatu daerah. Daerah yang sedang diteliti memiliki kadar partikel neurotoksik tinggi yang terdiri dari arsenik dan mangan, dari kegiatan industri dan lalu lintas. Sebagai perbandingan, rata-rata di daerah perkotaan yang sumber utama polusinya adalah lalu lintas memiliki konsentrasi partikel PM2.5 yang lebih rendah.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa baik materi partikel PM2.5 atau NO2 tidak memberikan suatu efek yang merugikan pada bayi yang disusui ASI selama setidaknya empat bulan.

Penelitian monitoring ini dimulai pada tahun 2006 ketika para ibu masih hamil dan hingga saat ini, ketika anak-anak telah mencapai usia 8 tahun. Sejauh ini, sampel yang diambil dari 638 wanita hamil dan bayi mereka ketika mereka berusia 15 bulan telah dianalisis. Mereka adalah penduduk dari lembah Goierri-Alto dan Medio Urola, bagian dari provinsi Gipuzkoa, dimana kegiatan industri (11 pabrik baja), aktivitas pedesaan dan daerah pemukiman, terjalin satu sama lain melewati satu jalan raya utama.

Referensi :

Aitana Lertxundi, Michela Baccini, Nerea Lertxundi, Eduardo Fano, Aritz Aranbarri, Maria Dolores Martínez, Mikel Ayerdi, Jon Álvarez, Loreto Santa-Marina, Miren Dorronsoro, Jesus Ibarluzea. Exposure to fine particle matter, nitrogen dioxide and benzene during pregnancy and cognitive and psychomotor developments in children at 15months of age. Environment International, 2015; 80: 33 DOI: 10.1016/j.envint.2015.03.007.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here