Bhataramedia.com – Penyandang disabilitas di negeri ini kurang diperhatikan. Hal ini terbukti dengan minimnya fasilitas umum untuk para penyandang disabilitas. Atau fasilitas umum untuk penyandang disabilitas tersebut malah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak mengerti. Misalnya saja kursi khusus yang telah disediakan untuk penyandang disabilitas di sarana transportasi umum malah digunakan oleh orang yang normal dan sehat.

Selain itu, masalah lain yang dialami oleh penyandang disabilitas adalah tidak tersedianya alat-alat yang mendukung keseharian mereka. Kalau pun ada harganya selangit tak mampu dijangkau oleh mereka. Namun ada kabar gembira bagi para penyandang disabilitas, khususnya mereka yang memiliki masalah kesehatan di bagian kaki atau masalah medis lainnya yang menyebabkan tubuh mereka tidak bergerak.

Kabar gembira ini datang dari dosen Fisika ITB yakni Dr. Suprijanto S.T., M.T., yang menciptakan kursi roda robotik. Kursi roda ini berbeda dengan kursi roda pada umumnya. Agar bisa bergerak, pengguna kursi roda biasanya menggerakan bagian rodanya atau menekan tombol bergerak pada kursi roda yang lebih canggih. Namun, bagaimana bila pengguna kursi roda tersebut mengalami masalah pada sistem motoriknya yang membuat mereka tidak bisa menggerakkan bagian roda atau menekan tombol tersebut. Solusi mudahnya mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk membantu mereka bergerak dengan kursi roda tersebut.

Akan tetapi, kursi roda yang dibuat oleh Supri ini sangat membantu mereka yang memiliki masalah dengan sistem motoriknya. Karena kursi roda yang dibuatnya ini dapat bergerak dengan menerima perintah dari otak. Cara kerja kursi roda ini secara singkatnya yakni pengguna kursi roda ini nantinya akan dipasangkan sebuah alat yang disebut “Brain Computer Interface” pada kepalanya. Alat ini berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal motorik dari otak kemudian sinyal tersebut ditransmisikan pada kursi roda. Lalu kursi roda akan bergerak sesuai perintah dari otak.

Tak hanya itu, kursi roda ini juga diprogram untuk mengatasi berbagai hambatan atau gangguan yang menghadang jalannya kursi roda. Kursi roda ini sudah dilengkapi sistem navigasi yang canggih yakni berbasis gelombang ultrasonik.

Supri mengaku ada berbagai rintangan yang dilalui selama pembuatan kursi roda ini, seperti masalah keuangan. Namun Supri optimis kursi rodanya ini dapat rampung dengan baik. “Dana harus ada untuk membiayai tugas akhir dan jika ada keinginan pasti ada jalan. Memang capek, tapi justru menariknya disitu,” kata Supri seperti dikutip dari halaman website resmi ITB (20/05/2015).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here