Bhataramedia.com – Wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut memiliki efek samping yang lebih sedikit dan cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik jika kemoterapi diberikan sebelum operasi. Hal ini berdasarkan studi dari Cancer Research UK yang diterbitkan di The Lancet.

Uji CHORUS, yang dilakukan di Medical Research Council Clinical Trials Unit di University College London, telah menentang standar internasional untuk mengobati kanker ovarium stadium lanjut.

Dilansir Cancer Research UK (10/05/2015), penelitian ini melibatkan 550 wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut. Sebanyak 276 wanita diberikan pengobatan standar berupa operasi yang diikuti oleh enam siklus kemoterapi dan 274 wanita menjalani operasi setelah tiga siklus kemoterapi.

Cancer Research UK yang mendanai penelitian tersebut, menemukan bahwa komplikasi pasca operasi dan kematian di dalam waktu 28 hari dari operasi, paling umum terjadi di kalangan wanita yang terlebih dahulu menjalani operasi. Wanita yang menerima kemoterapi sebelum operasi, mengalami gejala-gejala yang lebih sedikit, pengurangan efek samping secara keseluruhan dan memiliki tingkat kematian lebih rendah.

Menjalani kemoterapi sebelum operasi juga mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan pasien di rumah sakit setelah operasi.

Uji CHORUS adalah percobaan bedah terbesar dari jenisnya di Inggris dan terbesar kedua di dunia. Uji ini bertujuan untuk melihat apakah strategi pengobatan baru ini adalah alternatif yang lebih baik dibandingkan pendekatan konvensional.

Profesor Sean Kehoe, penulis studi dan profesor kanker ginekologi di University of Birmingham, mengatakan : “Percobaan menunjukkan bahwa menyusutkan tumor sebelum operasi dapat mengurangi efek samping dan rawat inap di rumah sakit. Hal ini berarti dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien, tanpa mengorbankan kelangsungan hidup. Kami sangat berterima kasih kepada wanita yang mengambil bagian di dalam percobaan dan keluarga mereka, karena kita tidak dapat melakukan penelitian penting ini tanpa mereka. Akibat  kemurahan hati mereka, kami dapat meningkatkan kehidupan orang lain.”

Kanker ovarium adalah penyebab kematian paling umum di antara kanker ginekologi dan penyebab paling umum kelima kematian akibat kanker di kalangan wanita di Inggris.

Profesor Peter Johnson, kepala dokter di Cancer Research UK, mengatakan : “Ini adalah contoh yang bagus mengenai bagaimana penelitian dapat membantu kita untuk merencanakan perawatan yang terbaik bagi orang-orang dengan kanker. Pilihan untuk menjalani kemoterapi sebelum operasi besar untuk kanker ovarium selalu menjadi dilema bagi wanita dan dokter bedah mereka. Berkat penelitian ini kami dapat mengatakan bahwa menjalani kemoterapi terlebih dahulu membuat operasi lebih aman, waktu di rumah sakit yang lebih singkat dan kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini menunjukkan hasil penting yang akan membuat perbedaan besar bagi banyak wanita di masa depan.”

Referensi :

Kehoe et al. Primary chemotherapy versus primary surgery for newly diagnosed advanced ovarian cancer (CHORUS): an open-label, randomised, controlled, non-inferiority trial. The Lancet, May 2015 DOI: 10.1016/S0140-6736.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here