Bhataramedia.com – Menurut penelitian yang dipresentasikan pada European Congress of Endocrinology di Dublin, diet tinggi garam dapat menunda pubertas. Seiring peningkatan kandungan garam pada diet Western, temuan ini  memiliki konsekuensi yang signifikan bagi kesehatan reproduksi generasi mendatang.

Para peneliti dari University of Wyoming, Amerika Serikat dipimpin oleh Ms. Dori Pitynski sedang menyelidiki efek dari berbagai tingkat diet garam pada masa pubertas di tikus. Mereka menemukan bahwa tikus yang diberi diet tinggi garam (setara dengan 3 atau 4 kali asupan harian yang direkomendasikan untuk manusia) memiliki penundaan yang signifikan di dalam mencapai pubertas, dibandingkan dengan mereka yang diberi diet rendah garam (normal).

Menariknya, tikus yang di dalam dietnya sama sekali tidak diberi garam juga telah menunda pubertas.

Ms. Pitynski dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa asupan garam diperlukan untuk pubertas, tetapi ekses atau kelebihan garam dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Keterlambatan pubertas dapat menyebabkan masalah perilaku, stres dan mengurangi kesuburan.

Sampai saat ini, sementara pekerjaan telah dilakukan pada efek dari berbagai tingkat diet lemak pada masa pubertas, tidak ada yang belum melihat efek diet garam. “Pekerjaan kami menunjukkan bahwa tingkat diet tinggi lemak dan garam memiliki efek kesehatan reproduksi yang berlawanan,” kata Ms. Pitynski.

“Diet tinggi lemak telah diduga mempercepat pubertas, tetapi pekerjaan kami menunjukkan bahwa tikus yang diberi diet tinggi garam bahkan dengan diet tinggi lemak masih akan menunjukkan keterlambatan pubertas,” lanjut dia.

“Penelitian kami untuk pertama kalinya menyoroti bahwa kandungan garam di dalam diet memiliki efek yang lebih signifikan pada kesehatan reproduksi, daripada kandungan lemak di dalam diet,” jelas Ms. Pitynski, seperti diansir European Society of Endocrinology (17/05/2015).

Pedoman terbaru dari WHO menyatakan bahwa populasi di seluruh dunia mengkonsumsi lebih banyak garam daripada yang diperlukan secara fisiologis. WHO merekomendasikan asupan garam 5 gram per hari untuk orang dewasa.

Sodium ditemukan secara alami di dalam berbagai makanan, termasuk susu, krim dan telur. Sodium juga ditemukan di dalam makanan olahan, seperti roti, daging olahan seperti bacon, makanan ringan, serta bumbu seperti kecap dan kaldu, dengan jumlah yang jauh lebih tinggi. “Bertambahnya tingkat asupan garam pada populasi Barat saat ini, memiliki potensi untuk secara drastis mempengaruhi kesehatan reproduksi. Hal ini memerlukan perhatian lebih lanjut,” kata Ms. Pitynski.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here