Bhataramedia.com –┬áPria dengan kadar hormon estrogen yang tinggi kemungkinan memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara. Temuan ini berdasarkan penelitian oleh sebuah kolaborasi internasional yang melibatkan Cancer Research UK dan diterbitkan di Journal of Clinical Oncology.

Ini adalah pertama kalinya hubungan antara kadar estrogen di dalam darah dan kanker payudara pada laki-laki telah diidentifikasi, meskipun hormone ini berhubungan dengan kanker payudara, rahim dan ovarium pada wanita.

Pria dengan kadar estrogen tertinggi, dua setengah kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara daripada laki-laki dengan kadar hormone estrogen yang rendah.

Kanker payudara pada pria sangat jarang, dengan prevalensi satu di setiap 100.000 pria didiagnosa menderita kanker payudara setiap tahunnya di Inggris. Setiap tahunnya, sekitar 350 kasus kanker payudara pada pria didiagnosis di Inggris, dibandingkan dengan hampir 50.000 kasus kanker payudara pada wanita.

Penelitian di National Cancer Institute Amerika Serikat tersebut adalah bagian dari kerjasama internasional antara Cancer Research UK, National Cancer Institute dan lembaga lainnya.

Tujuannya adalah untuk mempelajari pria dengan kanker payudara pada skala internasional. TPenelitian ini membandingkan tingkat estrogen dari 101 laki-laki yang kemudian mengembangkan kanker payudara, dengan 217 pria sehat.

Mark Cross, 46 tahun, seorang perwira polisi dari Cambridgeshire, didiagnosa menderita kanker payudara pada tahun 2009. Dia telah menjalani mastektomi dan kemudian tindak lanjut pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi. Pengobatannya berakhir pada September 2010.

Dia mengatakan: “Polisi kadang-kadang mendapatkan reputasi sebagai pria ‘macho’, tetapi saya punya dukungan besar dari semua orang di dalam kepolisian Metropolitan Tidak banyak orang tahu bahwa pria juga dapat mengidap kanker payudara dan merupakan kejutan bagi saya ketika didiagnosis menderita kanker tersebut. Saran saya untuk semua pria adalah jika Anda mengembangkan benjolan di dada Anda, atau di mana pun pada tubuh Anda, periksakan ke dokter Anda secepat mungkin. Saya berharap pengalaman saya akan meningkatkan kesadaran untuk para pria lainnya.”

Penulis studi, Profesor Tim Key, ahli hormon dan nutrisi di Cancer Research UK dari Universitas Oxford, mengatakan: “Kami telah menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa seperti beberapa bentuk kanker pada wanita, estrogen memiliki peran besar untuk bermain pada kanker payudara pria. Jadi, saat ini tantangannya adalah untuk mencari tahu apa yang dilakukan hormon ini untuk memicu bentuk yang jarang dari penyakit ini pada pria, dan mengapa beberapa pria memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi di dalam darah mereka. Penemuan kami merupakan langkah penting ke depan di dalam memahami faktor di balik kanker payudara pada laki-laki.”

Gejala, diagnosis dan pengobatan kanker payudara pada pria sangat mirip dengan kanker payudara pada wanita. Risiko utama dari pengembangan penyakit pada pria adalah usia. Hampir delapan dari 10 kasus yang didiagnosis pada pria adalah yang berusia 60 tahun dan lebih tua.

Dr. Julie Sharp, kepala informasi kesehatan di Cancer Research UK, mengatakan: “Kanker payudara pada pria tidak sering dibahas, sehingga diagnosis dapat menjadi kejutan besar bagi sekelompok kecil orang-orang yang mengembangkan penyakit ini.”

“Beberapa variasi estrogen pada pria terjadi secara alami, tetapi untuk orang lain kemungkinan juga ada hubungannya dengan kelebihan berat badan. Sel-sel lemak di dalam tubuh diperkirakan menaikkan tingkat hormon estrogen pada pria dan wanita. Jadi, ini adalah satu lagi alasan yang baik untuk mencoba dan menjaga berat badan yang sehat,” saran Dr. Julie.

“Penelitian awal ini sangat penting di dalam memahami mengapa para pria tersebut mendapatkan kanker payudara . Sehingga suatu hari kita dapat mengobatinya dengan lebih efektif,” pungkas Dr. Julie, seperti dilansir Cancer Research UK (11/05/2015).

Referensi :

Brinton et al. Prediagnostic sex steroid hormones in relation to male breast cancer risk. Journal of Clinical Oncology, May 2015 DOI: 10.1200/JCO.2014.59.1602.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here