Beranda Headlines Isatin, Indikator Potensi Stres dan Gangguan Neurologis

Isatin, Indikator Potensi Stres dan Gangguan Neurologis

isatin
Sebuah metode baru yang menggabungkan ekstraksi fase dengan reaksi enzimatik akhirnya dapat digunakan untuk analisis perbaikan dan penyaringan lebih cepat dari isatin sebagai indikator potensi stres dan gangguan neurologis.(Credit: J. Preben Morth, Universitas Oslo; Lisbeth Heilesen, Universitas Aarhus)

Bhataramedia.com –¬†Kerjasama penelitian antara universitas-universitas di Oslo dan Aarhus telah menghasilkan pengembangan metode baru dengan potensi diagnostik. Metode baru yang menggabungkan ekstraksi fase dengan reaksi enzimatik akhirnya dapat digunakan untuk analisis perbaikan dan penyaringan lebih cepat dari isatin sebagai indikator potensi stres dan gangguan neurologis.

Dilansir Aarhus University (11/05/2015), isatin adalah molekul organik kecil yang ditemukan di dalam konsentrasi rendah di jaringan yang berbeda dan diekskresikan dengan urin melalui aliran darah. Isatin diduga produk degradasi dari neurotransmiter, misalnya dopamin dan serotonin.

Tingkat isatin meningkat pada pasien yang menderita stres dan pada pasien yang menderita penyakit Parkinson. Tingkat isatin juga meningkat di kalangan wanita hamil.

Isatin merupakan inhibitor monoamine oxidase B, enzim yang mengkatalisis degradasi awal dopamin dan serotonin. Efek penghambatan ini membuat isatin bertindak sebagai antidepresan dan mengurangi gejala pasien yang menderita Parkinson.

Kolaborator dari University of Oslo adalah penggerak utama di dalam pengembangan metode yang sangat spesifik ini untuk menentukan konsentrasi isatin di dalam sampel darah dan urin, dengan menggunakan enzim bakteri isatin hidrolase di dalam kombinasi dengan ekstraksi dua tahap. Isatin hidrolase mengkatalisis konversi isatin ke isatinat, yang diikuti oleh konversi kimia isatinat menjadi senyawa fluorescent anthranilat.

Metode ini dapat disempurnakan lebih lanjut melalui penggantian langkah kimia dengan enzim yang dapat mengkonversi isatinat ke anthranilat.

Di dalam beberapa spesies bakteri, isatin terbentuk melalui degradasi indole 3-asam asetat, tetapi asal isatin pada manusia tidak diketahui. Metode peneliti untuk mendeteksi isatin kemungkinan berguna di dalam percobaan berikutnya untuk membangun sumber jaringan dan prekursor untuk pembentukan isatin.

Referensi :

Theis Sommer, Kaare Bjerregaard-Andersen, Stine Marie Simensen, Jan K. Jensen, Bjarne Jochimsen, Patrick J. Riss, Michael Etzerodt, J. Preben Morth. Enzymatic Detection and Quantification Assay of Isatin, a Putative Stress Biomarker in Blood. ACS Chemical Neuroscience, 2015; 150505081818000 DOI: 10.1021/cn500346x.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here