Bhataramedia.com – Akhir tahun ajaran baru biasanya dihiasi dengan para lulusan sekolah menengah yang sibuk mencari informasi seputar dunia perkuliahan. Mulai dari lokasi kuliah, perguruan tinggi yang dituju, hingga jurusan atau program studi.

Sebelum menyeleksi jurusan yang akan diambil, sebaiknya calon mahasiswa mengukur dulu kemampuan akademiknya, menentukan karir apa yang akan diambil setelah lulus kelak, dan memperkirakan biaya yang kira-kira diperlukan.

Pertama adalah kemampuan akademik. Selain tes masuk, biasanya perguruan-perguruan tinggi negeri juga mempertimbangkan nilai kelulusan calon mahasiswa. Ambillah perguruan tinggi yang kira-kira sesuai dengan nilai akademik yang diperoleh. Misalnya, nilai rata-rata 7,5 hingga 8,9 dapat masuk di perguruan tinggi swasta dengan standar “menengah”, sedangkan nilai di atas 9 punya kans besar untuk diterima di perguruan tinggi negeri favorit. Tentu saja hal ini tidak mutlak, namun layak dipertimbangkan.

Selain itu, asal program di sekolah juga berpengaruh. Lulusan program IPS tentu akan kesulitan jika misalnya memilih program studi Biologi atau Kimia. Pun, calon mahasiswa dari program IPA bisa jadi memerlukan adaptasi lebih jika masuk jurusan Bahasa Arab. Menyesuaikan program sekolah menengah dengan program studi yang akan diambil menjadi sangat penting.

Kedua adalah menentukan karir yang akan ditekuni. Calon mahasiswa selayaknya bertanya kepada diri sendiri, sebenarnya apa cita-cita saya? Keahlian apa yang harus saya kuasai untuk bisa memperoleh cita-cita itu? Ini menjadi pertimbangan yang urgen dalam menentukan jurusan kuliah. Jika misalnya ingin menjadi programmer, maka jurusan yang diambil sebaiknya Ilmu Komputer atau Sistem Informasi. Jangan sampai calon mahasiswa bercita-cita menjadi pengacara namun jurusan yang diambil adalah perminyakan.

Yang tidak kalah penting adalah biaya yang diperlukan. Universitas swasta bergengsi biasanya membutuhkan biaya lebih banyak daripada universitas negeri. Juga, program-program studi tertentu bisa menelan biaya lima kali lipat dari program studi yang lain. Selain kemampuan akademik dan masa depan, dana menjadi pertimbangan tersendiri.

Calon mahasiswa Fakultas Kedokteran harus bersiap-siap untuk mengeluarkan biaya jauh lebih banyak dari mahasiswa Ilmu Hukum, karena biaya praktikum yang tidak main-main.

Untuk masalah biaya, sebaiknya calon mahasiswa mendiskusikannya dengan orangtua. Pastikan dana mencukupi untuk membiayai kuliah sampai selesai, karena biaya kuliah yang tidak direncanakan hanya akan merugikan diri sendiri. Risikonya, uang yang dikeluarkan sudah terlanjur banyak, waktu terbuang, dan kuliah tidak rampung.

Selain hal-hal di atas, baiknya memperhatikan juga legalitas dari institusi yang akan dituju. Program studi dengan akreditasi A tentu lebih diperhitungkan di dunia kerja daripada yang belum memiliki akreditas. Sebaiknya hindari kelas-kelas jauh selain Universitas Terbuka. Kelas-kelas jauh yang tidak resmi biasanya tidak diperhitungkan di tempat kerja.

Dalam hal memilih jurusan, tidak ada salahnya calon mahasiswa bertanya pada guru, orangtua, atau teman yang sudah kuliah. Jika kurang mampu secara ekonomi, saat ini ada banyak sekali link-link beasiswa yang memberikan bantuan dalam pembiayaan kuliah. Mahasiswa bisa juga menambah penghasilan dengan bekerja paruh waktu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here