Bhataramedia.com – Para ilmuwan di National Institutes of Health telah memecahkan misteri lama mengenai asal-usul salah satu jenis sel yang membentuk ovarium. Tim peneliti juga menemukan bagaimana sel-sel ovarium berbagi informasi selama pengembangan folikel ovarium, yang menyimpan sel telur matang. Para peneliti percaya informasi baru mengenai biologi ovarium dasar ini, akan membantu mereka lebih memahami penyebab gangguan ovarium, seperti kegagalan ovarium prematur dan sindrom ovarium polikistik. Kedua kondisi ini mengakibatkan ketidakseimbangan hormon dan infertilitas pada wanita.

Para peneliti di National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS), bagian dari NIH, menerbitkan temuan mereka secara online tanggal 28 Apri di jurnal Nature Communications. Menurut peneliti NIEHS dan penulis koresponden, Humphrey Yao, Ph.D., folikel ovarium adalah unit fungsional dasar dari ovarium, yang berisi telur dikelilingi oleh dua jenis sel yang berbeda, dikenal sebagai sel granulosa dan sel teka. Yao mengatakan bahwa para ilmuwan telah mengenal asal-usul seluler dari sel telur dan sel granulosa, tetapi tidak mengetahui di mana sel-sel teka berasal atau apa yang mengarahkan perkembangan mereka.

“Jawaban atas pertanyaan ini masih belum terjawab selama beberapa dekade. Namun, dengan menggunakan teknik yang disebut lineage tracing, kami menetapkan bahwa sel-sel teka pada tikus datang dari dalam dan luar ovarium, dari jaringan embrio yang disebut mesenkim,” kata Yao.

“Kami tidak mengetahui mengapa sel-sel teka memiliki dua sumber, tetapi hal ini memberi tahu kita sesuatu yang penting. Tipe sel tunggal sebenarnya dapat terdiri dari berbagai kelompok sel,” lanjut Yao, seperti dilansir National Institute of Environmental Health Sciences (06/05/2015).

Tanpa sel-sel teka, wanita tidak dapat menghasilkan hormon yang mempertahankan pertumbuhan folikel. Salah satu hormon utama yang diproduksi sel teka adalah androgen, yang secara luas dianggap sebagai hormon laki-laki. Namun, di dalam contoh yang luar biasa dari kerja sama tim, sel-sel granulosa mengkonversi androgen menjadi estrogen.

Sebagai hasil dari pekerjaan mereka, Yao dan rekan-rekannya menemukan sistem sinyal molekul yang memungkinkan sel-sel teka untuk membuat androgen. Jalur komunikasi ini berasal dari sel-sel granulosa dan struktur lain di ovarium yang disebut oosit, atau sel telur yang belum matang. Lintasan sinyal antara tsel elur, sel granulosa dan sel-sel teka adalah temuan yang tak terduga. Namun, temuan ini dapat memberikan wawasan mengenai bagaimana gangguan ovarium muncul.

“Masalahnya dimulai di dalam kompartemen sel teka,” kata Chang Liu, Ph.D., seorang rekan di dalam kelompok Yao dan penulis pertama penelitian. “Sekarang kita mengetahui apa yang membuat sel-sel ini tumbuh, kita dapat mencari kemungkinan mutasi genetik atau faktor lingkungan yang mempengaruhi proses  penyebab gangguan sel ovarium,” jelas Liu.

Pada penelitian di masa depan, Yao ingin menjelajahi dua jenis sel yang membentuk sel-sel teka. Sejak penelitian telah dilakukan pada tikus, Yao harus menentukan apakah hal yang sama berlaku untuk manusia. Di sisi lain, penelitian ini berpotensi untuk mengungkap beberapa peran sel teka pada kesuburan wanita.

Referensi :

Chang Liu, Jia Peng, Martin M. Matzuk, Humphrey H.-C. Yao. Lineage specification of ovarian theca cells requires multicellular interactions via oocyte and granulosa cells. Nature Communications, 2015; 6: 6934 DOI: 10.1038/ncomms7934.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here