Bhataramedia.com – ITS menyelenggarakan acara talkshow untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Acara talkshow ini bertajuk ITS Mengajar Love Inspire for Education (IM LIFE) digelar pada Sabtu (02/05) kemarin. Tiga orang pembicara pun didaulat untuk mengisi acara talkshow yang bertempat di Plasa dr Angka, kampus ITS. Ketiga orang pembicara tersebut yakni Prof Daniel M Rasyid, PhD MRINA, Drs Sukaryanto, Msi dari Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Siti Raisya Fitria Efendy dari ITS Mengajar for Indonesia (IFI).

Prof. Daniel M Rasyid, PhD MRINA menjadi pembicara pertama yang berkesempatan untuk menyampaikan materinya mengenai pendidikan di Indonesia. Dalam materinya yang disampaikannya, Daniel menawarkan sebuah konsep pendidikan yang cukup menarik. Daniel menyebut konsep pendidikan ini dengan istilah deschooling. Inti dari konsep pendidikan dari Daniel ini ialah untuk mengubah paradigma pendidikan yang tidak tepat karena sistem yang berlaku saat ini. Sistem menuntut anak-anak untuk bersekolah saja tanpa memperhatikan adanya ruh atau semangat belajar dalam diri anak tersebut. ”Sehingga yang terpenting bagi anak itu bukan sekolah, melainkan belajar,” ujar Daniel, seperti dilansir oleh website resmi ITS (03/05/2015).

Selain itu, Daniel juga menuturkan bahwa rendahnya minat membaca dikalangan pelajar menjadi salah satu penyebab tidak adanya semangat atau ruh dalam proses pembelajaran dilingkungan sekolah. Rendahnya minat membaca dikalangan pelajar ini disebabkan oleh tidak tepatnya sistem yang berlaku saat ini. Karena sistem pendidikan di sekolah hanya mengajarkan para siswanya untuk membaca yang sifatnya hanya traumatik saja. Daniel berpendapat salah satu cara untuk meningkatkan minat membaca para pelajar adalah dengan mengajak para pelajar untuk mengekplorasi lingkungan sekitarnya. ”Jika berada di daerah pesisir, ajak siswa untuk mengamati ikan, deskripsikan ikan itu, dan giring mereka untuk membaca buku mengenai ikan,” jelasnya. Metode itu, menurut Daniel jauh lebih efektif. Karena ketergantungan terhadap buku akan menjadikan anak lebih baik,” jelas Daniel.

Sementara itu, Drs Sukaryanto, Msi menyarankan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pelajar. ”Siswa harus diasah untuk memiliki keterampilan yang baik, sehingga dalam hal ini SMK menjadi model pendidikan yang tepat,” kata Sukaryanto. Sedangkan Siti Raisya Fitria Efendy pada kesempatan acara talkshow tersebut berbagi cerita mengenai pengalamannya mengajar di tempat terpencil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here