Bhataramedia.com – Para peneliti di University of Houston telah menciptakan lensa optik yang dapat ditempatkan pada smartphone untuk memperbesar gambar hingga120 kali. Selain itu, lensa ini juga dapat dibeli hanya dengan harga 3 sen.

Wei-Chuan Shih, asisten profesor teknik listrik dan komputer di UH, mengatakan bahwa lensa tersebut dapat bekerja sebagai mikroskop, murah dan mudah digunakan. Lensa ini menempel langsung ke lensa kamera smartphone, tanpa menggunakan perangkat tambahan. Hal ini membuatnya ideal untuk digunakan oleh siswa sekolah dasar.

“Lensa tersebut juga dapat memiliki aplikasi klinis, memungkinkan klinik kecil atau terisolasi untuk berbagi gambar dengan spesialis yang berada di tempat lain,” katanya.

Di dalam makalah yang diterbitkan di Journal of Biomedical Optics, Shih dan tiga mahasiswa pascasarjana menjelaskan bagaimana mereka menghasilkan lensa tersebut dan memeriksa kualitas gambar.

Yu-Lung Sung, seorang kandidat doktor, menjabat sebagai penulis pertama. Peneliti lain yang terlibat dalam penelitian ini meliputi Jenn Jeang, yang akan mulai sekolah pascasarjana di Liberty University di Virginia musim gugur ini dan Chia-Hsiung Lee, seorang mantan mahasiswa pascasarjana di UH, yang sekarang bekerja di industri teknologi di Taiwan.

Lensa tersebut terbuat dari polydimethylsiloxane (PDMS), polimer dengan konsistensi seperti madu. Kelengkungan lensa atau perbesarannya, tergantung pada berapa lama dan berapa suhu PDMS dipanaskan, kata Sung. Lensa yang dihasilkan bersifat fleksibel, mirip dengan lensa kontak lunak, meskipun lebih tebal dan sedikit lebih kecil.

“Lensa kami dapat mengubah kamera smartphone menjadi mikroskop dengan hanya menempelkan lensa tanpa mekanisme atau perangkat pendukung,” tulis para peneliti.

“Adesi antara PDMS dan kaca yang kuat, namun non-permanen, memungkinkan lensa untuk dapat dengan mudah terlepas setelah digunakan. Sebuah resolusi pencitraan 1 (mikrometer) dengan perbesaran optik 120X telah dicapai,” lanjut mereka.

Lensa konvensional diproduksi oleh pemoesan mekanik atau cetakan injeksi dari bahan seperti kaca atau plastik. Lensa cair juga tersedia, tetapi memerlukan tempat khusus untuk tetap stabil. Jenis lain dari lensa cair memerlukan perangkat tambahan untuk digunakan pada smartphone. Sedangkan lensa baru ini menempel langsung ke lensa kamera telepon dan tetap melekat, serta dapat digunakan kembali, Sung mengatakan.

Di dalam penelitian ini, para peneliti menangkap gambar dari folikel rambut kulit manusia dengan sistem smartphone-PDMS dan mikroskop Olympus IX-70. Pada perbesaran 120x, lensa smartphone sebanding dengan mikroskop Olympus pada perbesaran 100x, kata mereka, dan perbesaran digital berbasis software dapat meningkatkannya lebih lanjut.

Shih juga berafiliasi dengan Departemen Biomedical Engineering dan Departemen Kimia. Tim interdisiplinernya focus pada bidang nanobiophotonics dan nanofluidics, mengejar penemuan di dalam pencitraan dan penginderaan, termasuk bekerja untuk meningkatkan diagnosa medis dan keamanan lingkungan. Sung mengatakan bahwa dia menggunakan PDMS untuk membangun perangkat mikofluida dan pada saat dia bekerja dengan hotplate di laboratorium. Rasa penasarannya membuat dia memutuskan untuk mencoba membuat lensa.

“Saya menaruhnya di ponsel saya, dan ternyata berhasil,” katanya. Sung menggunakan Nokia Lumia 520, sehingga mendorong dia untuk mengatakan mikroskop yang dihasilkan berasal dari “telepon seharga $ 20 dan lensa 1 sen.”

Harga 1 sen meliputi biaya bahan, dia dan Shih memperkirakan bahwa akan membutuhkan biaya sekitar 3 sen untuk memproduksi lensa di dalam jumlah besar. Sebagai perbandingan, sebuah mikroskop konvensional dengan kualitas penelitian dapat berharga  $ 10.000. “Sebuah mikroskop jauh lebih fleksibel, tapi tentu saja, jauh lebih mahal,” kata Sung, seperti dilansir University of Houston (04/05/2015).

Pikiran pertamanya mengenai aplikasi lensa baru tersebut adalah pendidikan. Lensa ini akan menyediakan cara yang murah dan nyaman bagi siswa muda untuk melakukan studi lapangan atau bekerja di dalam kelas. Oleh karena lensa ini dapat menempel ke smartphone, sangat mudah untuk berbagi foto melalui email atau teks, katanya. Selain itu, mengingat harganya yang sangat murah, tidak akan menjadi bencana jika lensa hilang atau rusak.

“Hampir setiap orang memiliki smartphone. Alih-alih menggunakan perangkat tambahan seharga $ 30 atau $ 50 yang hanya digunakan sekali atau dua kali, mereka dapat menggunakan lensa ini,” kata Sung.

Saat ini, para peneliti memproduksi lensa tersebut dengan tangan. Mereka menggunakan perangkat mekanik yang berfungsi mirip dengan printer inkjet. Namun, memproduksi lensa di dalam jumlah besar akan membutuhkan dana. Mahasiswa pascasarjana telah meluncurkan kampanye penggalangan dana melalui IndieGoGo, berharap untuk mendapatkan $ 12.000 pada pengembangan perangkat ini. Mereka telah mendapatkan $ 3.000 sejauh ini. Mereka telah berbagi lensa ini dengan Departemen Pendidikan di Taiwan dan dengan teachHOUSTON, program persiapan matematika dan guru sains di UH.

“Saya pikir itu akan menyenangkan. Kita dapat mengundang guru sains untuk melihat apa yang kita lakukan,” kata Shih.

Referensi :

Yu-Lung Sung, Jenn Jeang, Chia-Hsiung Lee, Wei-Chuan Shih. Fabricating optical lenses by inkjet printing and heat-assistedin situcuring of polydimethylsiloxane for smartphone microscopy. Journal of Biomedical Optics, 2015; 20 (4): 047005 DOI: 10.1117/1.JBO.20.4.047005.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here